Menu

Mode Gelap
Tebar Kepedulian, Kuatkan Kebersamaan. Koran Tangerang Raya dan LAN Kota Tangerang Adakan Santunan Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa Partai Gema Bangsa Deklarasikan Diri Jadi Kekuatan Politik Baru Terungkap, Timnas Indonesia Jadi Alasan Top Skor Vietnam Pensiun Dini Marsha Aruan Jatuh Hati pada Karakter Renata di Serial Baru Menteri PU Klaim Daerah Terisolasi Usai Bencana Sumatera Sudah Teratasi

Ekbis · 24 Des 2025 14:48 WIB ·

Harga Beras hingga Ayam Tembus Batas, Bapanas–Bulog Tegur Pedagang Pasar Rawamangun


Harga Beras hingga Ayam Tembus Batas, Bapanas–Bulog Tegur Pedagang Pasar Rawamangun Perbesar

JAKARTA | Harian Merdeka

Badan Pangan Nasional (Bapanas) bersama Perum Bulog menemukan sejumlah bahan pangan pokok dijual di atas harga acuan saat melakukan inspeksi pasar di Pasar Rawamangun, Jakarta, Rabu (24/12/2025). Komoditas yang terpantau mengalami kenaikan antara lain beras premium dan medium, telur ayam, daging ayam, serta Minyakita.

Pengecekan lapangan dilakukan Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani bersama Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas I Gusti Ketut Astawa serta Deputi Bidang Koordinasi dan Tata Niaga dan Distribusi Pangan Tatang Yuliono.

Saat berdialog dengan pedagang daging ayam, Ahmad Rizal memperoleh informasi harga daging ayam mencapai Rp45.000 per kilogram. Pedagang menyebutkan kenaikan harga tersebut telah terjadi sekitar satu bulan terakhir.

“Kalau per kilogram Rp45.000, sudah naik sebulan ini,” ujar salah satu pedagang.

Di lapak telur ayam, tim menemukan harga jual mencapai Rp32.000 per kilogram, lebih tinggi dari Harga Acuan Penjualan (HAP) sebesar Rp30.000 per kilogram. Ahmad Rizal menegaskan pedagang seharusnya mematuhi harga acuan yang telah ditetapkan pemerintah.

“Nggak boleh dijual Rp32.000 per kilo, HAP-nya Rp30.000,” katanya.

Temuan serupa juga terjadi pada komoditas beras. Dalam pengecekan di sejumlah kios, beras medium dan premium dijual di atas Harga Eceran Tertinggi (HET). Padahal, HET beras medium ditetapkan Rp13.500 per kilogram dan beras premium Rp14.900 per kilogram.

Deputi Bapanas I Gusti Ketut Astawa menegaskan harga beras harus disesuaikan dengan ketentuan yang berlaku, menyusul temuan beras premium yang dijual hingga Rp17.000 per kilogram.

“Ini harus turun, tidak boleh Rp17.000 per kilo,” tegas Ketut.

Pedagang berdalih harga beli beras premium dari Pasar Induk Cipinang telah mencapai Rp16.000 per kilogram, sehingga margin penjualan menjadi terbatas.

Selain beras, harga Minyakita juga terpantau melampaui HET. Di dua kios yang dikunjungi, Minyakita dijual Rp16.000 per liter, lebih tinggi dari HET Rp15.700 per liter.

Bapanas dan Bulog menegaskan pemantauan harga akan terus dilakukan untuk menjaga stabilitas pangan, terutama menjelang libur Natal dan Tahun Baru, sekaligus memastikan distribusi berjalan sesuai ketentuan pemerintah.(Fj)

Artikel ini telah dibaca 2 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Prestasi Gemilang, PERUMDAM TKR Raih TOP BUMD Awards.

16 April 2026 - 12:01 WIB

Cara Negara Memperkaya Oligarki Sawit Lewat Alokasi Volume Biodiesel B50

15 April 2026 - 13:02 WIB

Sertijab Pejabat Polres Nias, Kabag SDM Kini Dijabat AKP Sonahami Lase

15 April 2026 - 12:59 WIB

Pupuk Kaltim Sahkan PKB 2026–2028, Menaker Beri Apresiasi

15 April 2026 - 12:56 WIB

Kenaikan Harga Plastik Bikin Pedagang Kecil Menjerit

13 April 2026 - 13:40 WIB

Kementerian ESDM : Pengembangan Blok Masela untuk Melindungi Kedaulatan Ekonomi Indonesia

13 April 2026 - 13:10 WIB

Trending di Ekbis