JAKARTA | Harian Merdeka
Sejumlah pedagang daging di beberapa tempat berhenti berjualan karena mahalnya harga daging yang melambung tinggi.
Pengamat kebijakan Universita Trisaksi Trubus Rahardiansah mengatakan, tingginya harga daging Dipasaran sehingga membuat sejumlah para pedagang daging sapi di pasar berhenti berjualan. Selain itu harga tersebut menjadi beban masyarakat.
” Harga daging yang tinggi jadi penyebab pedagang kecil di pasar berhenti berjualan dan ini memicu pada daya beli masyarakat,” kata Trubus kepada Harian Merdeka,Selasa (27/1/2026).
Trubus meminta agar Kementerian Pertanian (Kementan) bisa menekan harga daging sapi yang saat ini melonjak naik di pasaran sehingga tidak menimbulkan persoalan di masyarakat.
” Kementan harus menekan harga daging di pasaran dengan berkoordinasi dengan para pelaku pengusaha daging agar tidak ada permainan harga,” jelasnya.
Trubus juga menilai bahwa menjelang ramadhan sering kali dimanfaatkan oleh oknum atau pihak yang ingin mengambil keuntungan besar dari penjualan daging sapi.Ini yang harus diperhatikan pemerintah agar tidak ada mafia daging yang sengaja menimbun atau mempermainkan harga sehingga merugikan pedagang kecil dan masyarakat.
” Pemerintah harus bersikap tegas untuk memantau harga daging, agar tidak dimanfaatkan oleh mafia daging yang mengambil keuntungan dari momen ramadhan ini yang beratkan pedagang kecil dan masyarakat,” bebernya.
Menurutnya, perlu pengawasan yang ketat dari Kementan atau pihak pemerintah dalam memantau harga daging agar tidak dijadikan lahan keuntungan oleh oknum atau pengusaha nakal.
” Harus ada pengawasan dari pemerintah dalam memantau harga daging agar tidak dijadikan lahan keuntungan oleh oknum atau pengusaha nakal,” tegasnya. (Agus).







