Menu

Mode Gelap
Tebar Kepedulian, Kuatkan Kebersamaan. Koran Tangerang Raya dan LAN Kota Tangerang Adakan Santunan Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa Partai Gema Bangsa Deklarasikan Diri Jadi Kekuatan Politik Baru Terungkap, Timnas Indonesia Jadi Alasan Top Skor Vietnam Pensiun Dini Marsha Aruan Jatuh Hati pada Karakter Renata di Serial Baru Menteri PU Klaim Daerah Terisolasi Usai Bencana Sumatera Sudah Teratasi

Nasional · 20 Mei 2026 15:30 WIB ·

IHSG Pagi Menguat 0,86%, Fokus Investor Tertuju pada Pidato Prabowo


IHSG Pagi Menguat 0,86%, Fokus Investor Tertuju pada Pidato Prabowo Perbesar

Jakarta | Harian Merdeka

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu pagi berbalik menguat atau rebound di tengah pelaku pasar mencermati pidato Presiden Prabowo Subianto dalam Rapat Paripurna DPR RI hari ini.

IHSG pada pukul 09.45 WIB berbalik menguat 54,58 poin atau 0,86 persen ke posisi 6.425,26. Sementara itu, kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 naik 9,07 poin atau 1,43 persen ke posisi 643,89, setelah sebelumnya dibuka melemah.

“Secara teknikal, area 6.300 menjadi support psikologis yang sangat penting bagi IHSG. Jika level ini mampu dipertahankan, peluang rebound menuju area 6.500-6.535 masih terbuka. Namun, apabila support tersebut ditembus, maka risiko pelemahan lanjutan akan semakin besar karena pasar akan mulai masuk fase krisis kepercayaan jangka pendek,” ujar analis pasar modal sekaligus Founder Republik Investor Hendra Wardana saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Rabu.

Dari dalam negeri, Hendra menjelaskan dalam jangka pendek perhatian pelaku pasar tertuju pada pidato Presiden Prabowo di sidang paripurna DPR. Pelaku pasar akan menantikan arah kebijakan fiskal, strategi menjaga stabilitas ekonomi, langkah penguatan rupiah, hingga bagaimana pemerintah merespons tekanan pasar keuangan yang semakin besar.

Hendra mengatakan apabila pidato tersebut mampu memberikan kejelasan arah kebijakan, disiplin fiskal, serta sinyal keberpihakan terhadap stabilitas pasar dan dunia usaha, maka sentimen pasar berpotensi membaik dan IHSG memiliki peluang technical rebound.

“Namun, jika pelaku pasar menilai belum ada langkah konkret untuk memulihkan kepercayaan investor, maka tekanan terhadap pasar domestik masih berpotensi berlanjut,” ujar Hendra.

Hendra menjelaskan pelaku pasar saat ini tidak hanya membutuhkan sentimen positif, namun juga membutuhkan kepercayaan. Ketika global mulai mereda namun IHSG tetap runtuh, artinya investor sedang menunggu kepastian arah ekonomi Indonesia ke depan.

“Pidato Presiden berpotensi menjadi salah satu momentum penting untuk menentukan apakah pasar mulai menemukan titik stabilisasi atau justru kembali kehilangan arah,” ujar Hendra.

Di sisi lain, faktor lain yang sangat diperhatikan pelaku pasar adalah pergerakan nilai tukar rupiah.

Adapun pelemahan rupiah bukan hanya berdampak pada meningkatnya tekanan inflasi impor, namun juga meningkatkan kekhawatiran terhadap beban utang luar negeri korporasi serta risiko fiskal pemerintah.

“Ketika rupiah terus melemah bersamaan dengan keluarnya dana asing dari pasar saham, maka tekanan terhadap IHSG biasanya akan menjadi lebih besar. Oleh karena itu, stabilitas rupiah dalam beberapa hari ke depan akan menjadi salah satu penentu utama apakah pasar bisa mulai rebound atau justru kembali mengalami panic selling,” ujar Hendra.

Selain itu, pelaku pasar akan mencermati pertemuan hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) yang diperkirakan akan menaikkan BI-Rate tetap di 5,00 persen pada siang hari ini.

Dari mancanegara, Hendra menjelaskan, sentimen sebenarnya mulai membaik setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menunda rencana serangan terhadap Iran demi membuka ruang negosiasi damai.

Adapun pernyataan tersebut langsung meredakan kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan pasokan minyak dunia dan memicu penurunan harga minyak mentah.

Pada perdagangan Selasa (19/5/2026) kemarin, bursa saham Eropa bergerak variatif, diantaranya Euro Stoxx 50 menguat 0,07 persen, indeks FTSE 100 Inggris menguat 0,07 persen, indeks DAX Jerman menguat 0,38 persen, serta indeks CAC 40 Prancis melemah 0,07 persen.

Sementara itu, bursa AS Wall Street juga kompak melemah pada Selasa (19/5/2026), di antaranya Indeks Dow Jones Industrial Average melemah 0,65 persen, indeks S&P 500 melemah 0,67, dan indeks Nasdaq Composite melemah 0,61 persen.

Bursa saham regional Asia pagi ini, antara lain indeks Nikkei melemah 845,59 poin atau 1,39 persen ke 59.710,00, indeks Shanghai melemah 18,22 poin atau 0,44 persen ke 4.151,32, indeks Hang Seng melemah 213,85 poin atau 0,83 persen ke 25.548,50, dan indeks Strait Times melemah 39,01 poin atau 0,77 persen ke 5.033,52. (Egi)

Artikel ini telah dibaca 1 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Prabowo Ubah Aturan Baru Tata Kelola SDA demi Cegah Kebocoran APBN

20 Mei 2026 - 15:42 WIB

Menkeu Purbaya Tegaskan Fondasi Ekonomi Indonesia Tetap Solid, dengan Penunjukkan Tren Positif

20 Mei 2026 - 15:38 WIB

Mendagri Tito Ingatkan Pemda Waspada Dampak Geopolitik Global

19 Mei 2026 - 15:19 WIB

Dewan Pers Kecam Tentara Israel Tangkap Jurnalis Indonesia, Pemerintah Harus Tegas

19 Mei 2026 - 15:16 WIB

Pertama di Indonesia, Kantor PJR Polda Sulbar Jadi Percontohan Nasional

19 Mei 2026 - 15:10 WIB

Sidak ke BEI, Sufmi Dasco Ahmad Pastikan Keamanan Investor Pasar Modal

19 Mei 2026 - 14:57 WIB

Trending di Nasional