Menu

Mode Gelap
Tebar Kepedulian, Kuatkan Kebersamaan. Koran Tangerang Raya dan LAN Kota Tangerang Adakan Santunan Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa Partai Gema Bangsa Deklarasikan Diri Jadi Kekuatan Politik Baru Terungkap, Timnas Indonesia Jadi Alasan Top Skor Vietnam Pensiun Dini Marsha Aruan Jatuh Hati pada Karakter Renata di Serial Baru Menteri PU Klaim Daerah Terisolasi Usai Bencana Sumatera Sudah Teratasi

Nasional · 7 Okt 2024 16:20 WIB ·

Indonesia Emas 2045 Terancam


Indonesia Emas 2045 Terancam Perbesar

JAKARTA | Harian Merdeka

Ketidakstabilan kondisi ekonomi dunia, berdampak pada perekonomian Indonesia yang saat ini menghadapi kelesuan. Sehingga perlu penanganan serius agar Indonesia tidak mengalami krisis.

Sejumlah faktor yang menunjukkan perekonomian tidak baik diantaranya, tercatat dari Data Purchasing Managers Index (PMI) Manufaktur Indonesia pada Juli 2024 menurun ke level 49,7, sedangkan di bulan sebelumnya Juni 2024 berada di level 50,7. Kemudian Indeks Harga Konsumen (IHK) mencatatkan deflasi di level 0,18% per Juli 2024.

“Adapun faktor yang turut menjaga stabilitas ekonomi Indonesia salah satunya didukung dari kehadiran peran perusahaan pembiayaan,” ujar Ketua Kelembagaan II Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) Ristiawan Suherman di Jakarta, dikutip okezone,Minggu (6/10).

Ia menjelaskan, dengan peran yang dibutuhkan masyarakat ini, perusahaan pembiayaan memiliki peran memberikan perlindungan dari pinjaman yang memberikan bunga tinggi, membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan memberikan akses pinjaman yang lebih mudah, membantu pengembangan bisnis.

“Dan juga membantu pengembangan infrastruktur mengingat biaya pembangunan yang tinggi. Peran inilah yang mendukung masyarakat kembali mengaktifkan roda perekonomian,” jelasnya.

Ristiawan mengatakan, saat ini fokus pengembangan perusahaan pembiayaan yaitu diusahakan mampu mengadopsi teknologi dan inovasi dalam operasional perusahaan.

Selain itu, kemajuan teknologi informasi yang menghasilkan transformasi digital pada industri perusahaan pembiayaan dapat membantu meningkatkan efisiensi, meminimalkan risiko, dan meningkatkan pengalaman konsumen. Hal ini penting diimbangi dengan memperhatikan keamanan data dan privasi konsumen.

“Kita melihat tidak bisa dipungkiri Indonesia adalah bagian dari dunia ini yang harus bertransformasi. Indonesia multifinance merespon dengan cukup lumayan baik. Bagaimana kita mengembangkan finansial inclusion dan beradaptasi dengan market yang berubah begitu cepat, negara kita pun memberikan support yang cukup bagus,” ucap Ristiawan.

“Dan apa yang diberikan oleh pemerintah sangat menunjang, ada akses slik pefindo sehingga kualitas perusahaan pembiayaan dalam memberikan pembiayaan sekarang ini jauh lebih bagus, aspek prudentialnya jauh lebih bagus karna pemerintah ikut mempersiapkan,” tambah dia. Menurut Ristiawan, bagaimana prospek perusahaan pembiayaan ke depan dapat dilihat dari apa yang dicita-citakan oleh negara ini yaitu Indonesia Emas 2045. Ada empat pilar penting terkait visi misi

Artikel ini telah dibaca 4 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Yures: Agar Tepat Sasaran, MBG Harus Utamakan Daerah dengan Angka Stunting Tinggi

25 Juni 2026 - 14:26 WIB

Dave Laksono Respons Insiden Wafatnya Dua Peserta SPPI Kemenhan

25 Juni 2026 - 14:16 WIB

Pemda Banten “Gandeng” KPK Dalam Pengawasan Pengadaan Bar- Jas.

25 Juni 2026 - 10:02 WIB

Wamensos: Film “Sekolah Rakyat” Jadi Bukti Kehadiran Negara Mengentas Kemiskinan

24 Juni 2026 - 14:11 WIB

Polres Tangerang Selatan Gelar Ziarah dan Tabur Bunga di Makam Personel Polri yang Gugur dalam Tugas

24 Juni 2026 - 10:40 WIB

Rumah Tani: Sukseskan Makan Bergizi Gratis lewat Penyerapan Hasil Panen Desa

24 Juni 2026 - 10:27 WIB

Trending di Nasional