GUNUNGSITOLI | Harian Merdeka
Ucapan terima kasih kepada Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution, dan kontraktor selaku pihak pelaksana perkejaan proyek peningkatan struktur jalan provinsi, terus mengalir dari berbagai penjuru Kepulauan Nias.
Ungkapan apresiasi datang tidak hanya dari para kepala daerah, tetapi juga dari masyarakat yang selama ini menanti pembenahan jalan provinsi yang sudah lama tidak tersentuh pembangunan.
Selama bertahun-tahun, sejumlah ruas jalan provinsi di Kepulauan Nias menjadi keluhan utama warga karena kerusakannya yang cukup parah dan belum tersentuh pembangunan.
Namun, di bawah kepemimpinan Gubernur Bobby Nasution, keluhan itu akhirnya mendapat jawaban nyata. Pemerintah Provinsi Sumatera Utara melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp165 miliar dari APBD Sumatera Utara Tahun Anggaran 2025 untuk peningkatan jalan provinsi di wilayah tersebut.
Anggaran itu digunakan untuk memperbaiki beberapa ruas penting, di antaranya ruas Gunungsitoli–Afia senilai Rp52,2 miliar, Afia–Tuhemberua (Nias Utara) Rp15,6 miliar, Miga–Lolowua (Kabupaten Nias) Rp30 miliar, Lolowua–Dola (Kabupaten Nias) Rp32,4 miliar, Dola–Duria (Nias Barat) Rp21 miliar, dan Hilimbuasi–Mandrehe (Nias Barat) Rp12 miliar.
Pekerjaan perbaikan jalan oleh Dinas PUPR Sumut saat ini tengah berlangsung dan ditargetkan rampung pada akhir Desember 2025.
“Atas nama seluruh masyarakat Kota Gunungsitoli, saya mengucapkan terima kasih atas perhatian luar biasa dari Bapak Gubernur Bobby Afif Nasution. Jalan provinsi di wilayah Kota Gunungsitoli kini sudah jauh lebih baik dan lalu lintas menjadi lancar,” ujar Wali Kota Gunungsitoli Sowa’a Laoli, yang juga Koordinator Forkada Kepulauan Nias, Sabtu (1/11/2025).
Warga pun merasakan manfaat langsung dari perbaikan jalan tersebut. “Dulu kalau kami mau ke pasar di Gunungsitoli butuh waktu hampir dua jam karena jalan rusak parah. Sekarang bisa ditempuh kurang dari satu jam. Kami sangat bersyukur,” kata Beni Ziliwu, seorang warga Desa Afia.
Hal senada disampaikan Marta Zega, pedagang sayur di Kecamatan Gunungsitoli Utara. “Sekarang biaya transportasi kami berkurang karena kendaraan tidak cepat rusak. Pekerjaan pengaspalan sudah bagus, semoga proyek ini terus berlanjut sampai selesai,” ujarnya.
Padagang lainnya, Yasman Waruwu dari Kecamatan Hiliserangkai, tak bisa menyembunyikan kegembiraannya setelah jalan Nias tengah diaspal.
“Saya setiap hari ke Kota Gunungsitoli berdagang, dulu sebelum diaspal sepeda motor sering rusak. Sekarang jalan sudah mulus, jarak tempuh jadi dekat, untung juga meningkat,” kata pedang ini kepada media ini di Gunungsitoli, Senin (03/11/2025).
Sementara itu, tokoh nasional asal kepulauan Nias Mayjen TNI (Purn) Drs. Cristian Zebua, MM menyatakan dukungan penuh kepada para pelaksana proyek.
“Kita harus memberi apresiasi dan dukungan kepada para pemborong serta pihak pelaksana di lapangan. Mereka bekerja keras di tengah kondisi geografis Nias yang berat,” ujar mantan Pangdam Cendrawasih Papua itu, kepada media ini, Senin (03/11/2025).
Ia pun menghimbau serta mengajak masyarakat kepulauan Nias, agar proyek yang sedang dikerjakan oleh rekanan dijaga serta didukung penuh, dengan demikian manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
“Kita apresiasi juga Pemprov Sumut yang telah mengalokasikan anggaran. Kita berharap ditahun mendatang alokasi anggaran ditingkatkan lagi, agar ketertinggalan pembanguan infrastruktur di wilayah kepulauan Nias selama ini dapat segera tertasi,”Harap Cristian.
Dengan membaiknya akses jalan provinsi di Kepulauan Nias, roda perekonomian masyarakat mulai bergerak lebih cepat. Aktivitas perdagangan dan distribusi hasil pertanian kini berlangsung lebih lancar, menjadi bukti nyata dampak pembangunan infrastruktur bagi kesejahteraan warga.
Penulis : Adieli Laoli.
Kontributor Harian Merdeka.
Foto :
- Wali Kota Gunungsitoli, Sowa’a Laoli, SE MSi.
- Jalan Provinsi Ruas Gunungsitoli Afia, Tampak Sudah Mulai Mulus.







