Menu

Mode Gelap
Tebar Kepedulian, Kuatkan Kebersamaan. Koran Tangerang Raya dan LAN Kota Tangerang Adakan Santunan Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa Partai Gema Bangsa Deklarasikan Diri Jadi Kekuatan Politik Baru Terungkap, Timnas Indonesia Jadi Alasan Top Skor Vietnam Pensiun Dini Marsha Aruan Jatuh Hati pada Karakter Renata di Serial Baru Menteri PU Klaim Daerah Terisolasi Usai Bencana Sumatera Sudah Teratasi

Nasional · 17 Mei 2025 10:54 WIB ·

Kapolri Tegaskan Tindakan Tegas terhadap Premanisme Berkedok Ormas


Kapolri Tegaskan Tindakan Tegas terhadap Premanisme Berkedok Ormas Perbesar

JAKARTA | Harian Merdeka

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memberikan atensi lebih usai marak aksi premanisme berkedok organisasi masyarakat (Ormas). Kapolri meminta jajaran untuk menindak tegas aksi yang menggangu ketertiban masyarakat.

Awalnya, Kapolri menekankan pentingnya anggota di lapangan untuk dekat dengan masyarakat. Komunikasi antara anggota dan masyarakat penting untuk menciptakan iklim keamanan yang kondusif.

Dengan begitu, polisi dapat mencegah secara dini aksi premanisme yang mengganggu masyarakat. Selain itu, premanisme juga mengganggu iklim investasi.

“Kita terus mendorong agar anggota semakin banyak hadir di tengah-tengah masyarakat di tengah isu-isu yang kemudian memerlukan kehadiran Polri, antara lain seperti pemberantasan preman di wilayah-wilayah tertentu,” kata Kapolri usai menghadiri Rakernis Korbrimob dan Baharkam Polri di gedung STIK/PTIK, Jakarta, Kamis (15/5/2025).

Kapolri menjelaskan bahwa wilayah-wilayah yang menjadi atensi aksi premanisme antara lain wilayah industri, pasar, pabrik hingga warung UMKM di jalanan. Sebab, aksi ini meresahkan masyarakat.

“Kita berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan stakeholder terkait, terkait kenapa fenomena ini terjadi, sehingga kemudian di satu sisi ada solusi, di sisi lain juga kita mengharapkan tidak ada hal-hal yang kemudian dilakukan dan itu berdampak merugikan masyarakat lain,” ujarnya.

Kapolri berkomitmen untuk memberantas premanisme, salah satunya dengan menggelar operasi pekat (Penyakit Masyarakat) yang digelar sejak 1 Mei 2025. Operasi ini digelar sesuai kondisi di lapangan.

“Apalagi terkait dengan masalah pertumbuhan ekonomi, terkait dengan investasi, kami Polri tentunya konsen masalah itu dan kita akan mengawal program-program tersebut dan ini menjadi komitmen kita bersama untuk menjaga dan mengawal pertumbuhan ekonomi dan juga investasi yang ada,” tambah Kapolri. (wil/mas/dam)

Artikel ini telah dibaca 10 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Arif Rahman Tegaskan Komitmen NasDem Lindungi Hak Masyarakat Adat dalam RUU Kehutanan

21 Juli 2026 - 14:00 WIB

Anggaran Kipas Angin Koperasi Desa Tembus Rp1,8 Triliun, KPK Wanti-Wanti Soal Perencanaan dan HPS

21 Juli 2026 - 10:35 WIB

Pimpinan DPR dan Pemerintah Sepakat Tambah Anggaran Perintis, Sufmi Dasco: Prioritas Utama Masyarakat

21 Juli 2026 - 10:15 WIB

Benyamin Davnie Raih Pemred Award 2026 sebagai Wali Kota Terbaik Bidang Komunikasi Publik

21 Juli 2026 - 10:13 WIB

Ubah Layanan Jadi Kewilayahan, Menteri ATR/BPN: Layani Rakyat dengan Hati

21 Juli 2026 - 10:10 WIB

Kejar Target Bedah Rumah 2026, Seskab Teddy dan Menteri PKP Matangkan Sinergi Program BSPS

21 Juli 2026 - 10:07 WIB

Trending di Nasional