Menu

Mode Gelap
Tebar Kepedulian, Kuatkan Kebersamaan. Koran Tangerang Raya dan LAN Kota Tangerang Adakan Santunan Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa Partai Gema Bangsa Deklarasikan Diri Jadi Kekuatan Politik Baru Terungkap, Timnas Indonesia Jadi Alasan Top Skor Vietnam Pensiun Dini Marsha Aruan Jatuh Hati pada Karakter Renata di Serial Baru Menteri PU Klaim Daerah Terisolasi Usai Bencana Sumatera Sudah Teratasi

Nasional · 6 Mei 2026 17:49 WIB ·

Kejanggalan Anggaran Truk Sampah Listrik DKI, CBA Desak Kejati Turun Tangan


Kejanggalan Anggaran Truk Sampah Listrik DKI, CBA Desak Kejati Turun Tangan Perbesar

Jakarta | Harian Merdeka

Pengadaan truk sampah listrik oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi DKI Jakarta menuai sorotan tajam. Direktur Eksekutif Center for Budget Analysis (CBA), Uchok Sky Khadafi, menilai terdapat kejanggalan dalam lonjakan anggaran dan harga satuan kendaraan tersebut dalam kurun waktu satu tahun.

DLH DKI Jakarta diketahui mulai mengoperasikan truk sampah listrik tipe compactor berkapasitas 6 hingga 12 meter kubik yang diklaim ramah lingkungan karena sepenuhnya menggunakan tenaga listrik dan bebas emisi.

Namun, Uchok mengungkapkan bahwa pada tahun 2024, anggaran pengadaan compactor listrik kecil hanya sebesar Rp21 miliar. Angka tersebut kemudian melonjak drastis menjadi Rp109 miliar pada tahun 2025.

“Ini ada kejadian ajaib. Tahun 2024 anggarannya Rp21 miliar, lalu di 2025 melonjak jadi Rp109 miliar. Kenaikannya sangat signifikan dan perlu dijelaskan secara transparan,” ujar Uchok dalam keterangannya, Rabu (6/5/2026).

Tak hanya itu, ia juga menyoroti kenaikan harga satuan per unit truk yang dinilai tidak masuk akal. Pada 2024, satu unit compactor listrik kecil dihargai sekitar Rp4,3 miliar. Namun pada 2025, harga tersebut naik menjadi Rp4,9 miliar atau meningkat sekitar Rp574 juta per unit.

“Yang aneh, spesifikasinya sama. Kapasitas tetap 6,5 meter kubik, tetap listrik penuh, tetap bebas emisi. Tapi harga melonjak tajam. Ini seperti harga cabai saat musim hujan, tapi bedanya cabai memang bisa langka atau kualitasnya berubah,” sindirnya.

Uchok bahkan menyampaikan kritik satir terkait lonjakan harga tersebut. “Ini truk sampah atau aset properti yang nilainya terus naik? Jangan-jangan ada fitur rahasia—bisa nyanyi, bikin kopi, atau jadi tempat tinggal,” katanya.

Menurutnya, jika spesifikasi kendaraan tidak berubah, maka sulit diterima secara logika bahwa harga bisa naik signifikan dalam waktu singkat. Oleh karena itu, ia mendesak aparat penegak hukum untuk turun tangan.

Uchok meminta Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta melakukan penyelidikan terhadap proses pengadaan truk sampah listrik tersebut.

“Truknya memang bagus, ramah lingkungan, dan solusi masa depan. Tapi proses pengadaannya jangan sampai ‘berdebu’. Kejati DKI harus menelusuri apakah ada ‘biaya keajaiban’ di balik kenaikan ini,” tegasnya.

Ia juga mendorong agar pihak-pihak terkait dalam proses pengadaan, termasuk ketua panitia dan penandatangan kontrak, segera dipanggil untuk dimintai keterangan.

Sorotan ini menambah daftar panjang kritik terhadap tata kelola anggaran publik di ibu kota, khususnya dalam proyek-proyek berbasis teknologi ramah lingkungan yang membutuhkan transparansi tinggi.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta belum memberikan tanggapan resmi terkait pernyataan tersebut. (Egi)

Artikel ini telah dibaca 1 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Firman Soebagyo Soroti Melimpahnya Stok Beras Bulog: Jangan Sampai Rugikan Negara

15 Mei 2026 - 17:43 WIB

Arif Rahman DPR RI Ajak Muslimat NU Perkuat Pemberdayaan Umat

15 Mei 2026 - 17:40 WIB

Prabowo Saksikan Penyerahan Penyelamatan Uang Negara Rp.10.27 Triliun

15 Mei 2026 - 17:02 WIB

Fadli Zon Dorong Penguatan Kerja Sama Perfilman Indonesia-Arab Saudi

15 Mei 2026 - 15:44 WIB

Gema Kosgoro: Copot Meutya Hafid Karena Gagal Jaga Data dan Berantas Judol,

15 Mei 2026 - 15:28 WIB

Pesta Babi di Banten: Menyisir Syahwat Kuasa di Paru-Paru Papua

15 Mei 2026 - 15:24 WIB

Trending di Nasional