JAKARTA | Harian Merdeka
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mencanangkan program MPLS Ramah 2025 sebagai upaya menciptakan lingkungan sekolah yang lebih positif bagi siswa baru.
Program ini akan diterapkan pada tahun ajaran 2025/2026. MPLS Ramah 2025 menekankan pentingnya suasana sekolah yang aman, nyaman, dan inklusif. Tujuannya adalah memberikan pengalaman belajar yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan bagi para siswa.
Inisiatif ini juga bertujuan untuk memperkuat karakter siswa. Hal ini selaras dengan profil lulusan yang diharapkan sesuai dengan Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (G7KAIH). Dengan fokus pada keramahan dan inklusivitas, MPLS Ramah 2025 diharapkan dapat menjadi fondasi yang kuat bagi perkembangan siswa selama masa sekolah mereka.
Program ini dirancang untuk membantu siswa baru beradaptasi dengan lingkungan sekolah. Adaptasi ini meliputi pengenalan terhadap warga sekolah, kurikulum, serta sarana dan prasarana yang tersedia. Selain itu, MPLS Ramah 2025 juga bertujuan untuk mencegah potensi kekerasan atau perundungan di lingkungan sekolah.
Program ini memiliki beberapa tujuan yang jelas dan terukur. Tujuan-tujuan ini dirancang untuk memastikan bahwa MPLS memberikan dampak positif bagi siswa baru dan lingkungan sekolah secara keseluruhan. Tujuan-tujuan tersebut meliputi:
Membangun karakter dan profil lulusan melalui G7KAIH (bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat, gemar belajar, bermasyarakat, tidur cepat) dan program Pagi Ceria. Membantu siswa baru beradaptasi dengan lingkungan sekolah, termasuk warga sekolah (guru, karyawan, siswa lain), kurikulum, dan sarana prasarana.
Mencegah dan menangani potensi kekerasan atau perundungan di sekolah. Menciptakan kesan pertama yang positif dan bermakna bagi siswa baru. Dengan tercapainya tujuan-tujuan ini, diharapkan MPLS dapat menjadi pengalaman yang berharga dan membantu siswa memulai perjalanan pendidikan mereka dengan baik.
MPLS Ramah 2025 akan dilaksanakan selama lima hari pada minggu pertama tahun ajaran baru. Sekolah didorong untuk melibatkan orang tua atau wali siswa dalam kegiatan ini. Keterlibatan orang tua diharapkan dapat memperkuat dukungan terhadap siswa baru dan menciptakan lingkungan yang lebih kolaboratif.
Evaluasi berkala akan dilakukan untuk perbaikan berkelanjutan. Evaluasi ini akan membantu sekolah mengidentifikasi area yang perlu ditingkatkan dan memastikan bahwa program tetap relevan dan efektif dari waktu ke waktu. Sekolah juga perlu memastikan aksesibilitas bagi semua siswa, tanpa hambatan finansial atau logistik.
Dengan pelaksanaan yang terstruktur dan evaluasi yang berkelanjutan, MPLS Ramah 2025 diharapkan dapat memberikan dampak positif yang signifikan bagi siswa baru dan lingkungan sekolah secara keseluruhan. Program ini menjadi langkah penting dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih inklusif, aman, dan menyenangkan bagi semua siswa. (jr)







