JAKARTA | Harian Merdeka
Kementerian Sosial Republik Indonesia menyalurkan bantuan logistik senilai Rp515 juta untuk penanganan bencana banjir di Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten. Kemensos mengirim bantuan tersebut melalui Direktorat Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam (PSKBA) dari Gudang Induk Bekasi ke Dinas Sosial Kabupaten Pandeglang.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengatakan bantuan itu diperuntukkan bagi warga yang terdampak banjir di sejumlah wilayah Pandeglang. Ia menyebut nilai total bantuan yang disalurkan mencapai Rp515.787.750.
“Bantuan tersebut diperuntukkan bagi warga terdampak banjir di sejumlah wilayah Kabupaten Pandeglang. Total nilai bantuan yang disalurkan mencapai Rp515.787.750,” ujar Saifullah Yusuf dalam keterangan pers, Senin (19/1/2025).
Saifullah menegaskan penyaluran bantuan dari Kemensos tidak bergantung pada penetapan status tanggap darurat oleh pemerintah daerah. Kemensos, kata dia, bekerja berdasarkan kondisi riil di lapangan dan kebutuhan masyarakat terdampak.
“Kami bekerja berdasarkan hasil asesmen dan laporan kebutuhan masyarakat. Penyaluran bantuan dapat dan harus dilakukan meskipun status tanggap darurat daerah belum ditetapkan,” tuturnya.
Ia menjelaskan kebijakan tersebut merupakan bagian dari upaya memastikan masyarakat terdampak bencana tetap memperoleh perlindungan serta pemenuhan kebutuhan dasar, terutama pada fase awal bencana.
Gus Ipul, sapaan akrab Saifullah Yusuf, menambahkan Kemensos memiliki mekanisme cepat tanggap dalam setiap peristiwa bencana. Begitu masyarakat terdampak membutuhkan bantuan, Kemensos langsung bergerak sesuai kewenangan yang dimiliki.
“Ketika masyarakat terdampak dan membutuhkan bantuan, Kemensos langsung bergerak sesuai kewenangan yang dimiliki,” tegasnya.
Lebih lanjut, Saifullah memastikan Kemensos terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah, dinas sosial setempat, serta unsur terkait lainnya agar penanganan banjir di Pandeglang berjalan efektif dan tepat sasaran.
“Koordinasi lintas sektor terus kami lakukan agar bantuan tepat sasaran dan penanganan berjalan efektif, baik pada fase darurat maupun pemulihan,” ujarnya. (tfk/fj)







