Menu

Mode Gelap
Tebar Kepedulian, Kuatkan Kebersamaan. Koran Tangerang Raya dan LAN Kota Tangerang Adakan Santunan Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa Partai Gema Bangsa Deklarasikan Diri Jadi Kekuatan Politik Baru Terungkap, Timnas Indonesia Jadi Alasan Top Skor Vietnam Pensiun Dini Marsha Aruan Jatuh Hati pada Karakter Renata di Serial Baru Menteri PU Klaim Daerah Terisolasi Usai Bencana Sumatera Sudah Teratasi

Ekbis · 2 Apr 2026 13:00 WIB ·

KKP Siapkan Proyek Tambak Udang Terintegrasi Rp7,2 Triliun di NTT


KKP Siapkan Proyek Tambak Udang Terintegrasi Rp7,2 Triliun di NTT Perbesar

JAKARTA | Harian Merdeka

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) merencanakan pembangunan kawasan tambak udang terintegrasi di Waingapu, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), dengan nilai investasi mencapai Rp7,2 triliun.
Direktur Jenderal Perikanan Budidaya KKP, Tb Haeru Rahayu, menyatakan proyek tersebut dirancang sebagai model percontohan budidaya udang modern yang terintegrasi dari hulu hingga hilir serta berorientasi pada prinsip ramah lingkungan.

Kawasan tambak akan dibangun di atas lahan kurang dari 2.150 hektare dengan konsep budidaya terpadu (Integrated Shrimp Farming/ISF). Fasilitas yang disiapkan mencakup sistem pengambilan air laut, tandon, kolam budidaya, instalasi pengolahan air limbah (IPAL), hingga sarana pendukung lainnya.

Dari sisi pendanaan, proyek ini sebagian besar bersumber dari pinjaman luar negeri melalui skema kredit swasta asing, dengan nilai sekitar Rp6,1 triliun. Sementara sisanya berasal dari rupiah murni pendamping sebesar Rp1,1 triliun.

Pemerintah menargetkan pembangunan kawasan tersebut dapat dipercepat dari rencana awal tiga tahun menjadi sekitar dua tahun, sesuai arahan Presiden. Saat ini, progres pembangunan masih pada tahap awal berupa pembentukan petakan tambak.

KKP juga membuka peluang keterlibatan sektor swasta dalam mendukung kegiatan hulu hingga hilir, seperti penyediaan benih, pakan, hingga pengolahan hasil dan fasilitas penyimpanan.

Secara ekonomi, proyek ini diproyeksikan mampu menyerap ribuan tenaga kerja serta meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah. Kapasitas produksi ditargetkan mencapai puluhan ribu ton udang per tahun dan berpotensi memberikan kontribusi signifikan terhadap devisa negara melalui ekspor.

Pemerintah berharap pembangunan kawasan tambak udang ini tidak hanya meningkatkan produksi perikanan nasional, tetapi juga mendorong kesejahteraan masyarakat lokal di Sumba Timur.

Artikel ini telah dibaca 6 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Prestasi Gemilang, PERUMDAM TKR Raih TOP BUMD Awards.

16 April 2026 - 12:01 WIB

Cara Negara Memperkaya Oligarki Sawit Lewat Alokasi Volume Biodiesel B50

15 April 2026 - 13:02 WIB

Sertijab Pejabat Polres Nias, Kabag SDM Kini Dijabat AKP Sonahami Lase

15 April 2026 - 12:59 WIB

Pupuk Kaltim Sahkan PKB 2026–2028, Menaker Beri Apresiasi

15 April 2026 - 12:56 WIB

Kenaikan Harga Plastik Bikin Pedagang Kecil Menjerit

13 April 2026 - 13:40 WIB

Kementerian ESDM : Pengembangan Blok Masela untuk Melindungi Kedaulatan Ekonomi Indonesia

13 April 2026 - 13:10 WIB

Trending di Ekbis