Menu

Mode Gelap
Tebar Kepedulian, Kuatkan Kebersamaan. Koran Tangerang Raya dan LAN Kota Tangerang Adakan Santunan Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa Partai Gema Bangsa Deklarasikan Diri Jadi Kekuatan Politik Baru Terungkap, Timnas Indonesia Jadi Alasan Top Skor Vietnam Pensiun Dini Marsha Aruan Jatuh Hati pada Karakter Renata di Serial Baru Menteri PU Klaim Daerah Terisolasi Usai Bencana Sumatera Sudah Teratasi

Politik · 31 Des 2025 17:41 WIB ·

Koalisi Partai Pendukung Prabowo Kaji Wacana Pilkada Lewat DPRD


Koalisi Partai Pendukung Prabowo Kaji Wacana Pilkada Lewat DPRD Perbesar

JAKARTA | Harian Merdeka

Sejumlah partai politik yang tergabung dalam koalisi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto tengah mengkaji wacana pemilihan kepala daerah melalui Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD). Pembahasan tersebut masih bersifat kajian internal dan belum mengarah pada keputusan politik final.

Wakil Ketua Umum Partai Gelora, Fahri Hamzah, menyampaikan bahwa wacana pilkada lewat DPRD bukanlah isu baru. Menurutnya, diskursus tersebut muncul sebagai bagian dari evaluasi terhadap praktik demokrasi yang selama ini berjalan, termasuk soal efektivitas dan biaya politik.

“Karena apa pun demokrasi itu ada pendulumnya. Kadang-kadang kalau dia terlalu jauh ke kanan, ada ongkosnya. Ke kiri, ada ongkosnya. Jadi, kita mencari jalan yang baik, jalan yang pas untuk rakyat dan bangsa Indonesia sehingga kita betul-betul maksimalkan hasilnya, yaitu untuk kemakmuran, kemajuan, dan kesejahteraan rakyat kita,” ujar Fahri di Jakarta, Selasa (30/12/2025).

Fahri menegaskan bahwa partai-partai dalam koalisi saat ini masih mendalami berbagai aspek dari wacana tersebut, mulai dari implikasi terhadap sistem demokrasi, tata kelola pemerintahan daerah, hingga dampaknya bagi masyarakat.

“Ini tema besar dan tentu kita semua harus memahaminya sebagai satu niat agar bangsa ini berjalan ke depan secara lebih positif,” tambahnya.

Kajian ini juga tidak terlepas dari pernyataan Presiden Prabowo Subianto sebelumnya yang menilai bahwa sistem pilkada langsung memiliki sejumlah tantangan, terutama terkait besarnya biaya politik dan efektivitas penyelenggaraan pemerintahan daerah.

Sejumlah partai pendukung koalisi menyatakan sikap yang beragam. Ada yang menyambut wacana tersebut sebagai bahan evaluasi yang sah dalam sistem demokrasi, namun ada pula yang menekankan pentingnya kehati-hatian serta dialog publik yang luas sebelum mengambil langkah kebijakan.

Koalisi menegaskan bahwa pembahasan mengenai pilkada lewat DPRD masih berada pada tahap wacana dan kajian, serta belum dituangkan dalam bentuk usulan resmi maupun langkah legislasi. Pemerintah dan partai-partai politik disebut akan tetap mempertimbangkan aspek konstitusional, aspirasi publik, serta stabilitas demokrasi sebelum menentukan arah kebijakan ke depan.(Kay/Fj)

Artikel ini telah dibaca 4 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Sekjen Golkar M. Sarmuji Tekankan Pentingnya Adaptasi bagi Kader Muda AMPG di Era Digital

13 Juli 2026 - 12:30 WIB

Sebut PBNU Perlu Perubahan, Cak Imin Dorong Munculnya Sosok Ketua Umum Baru

13 Juli 2026 - 12:27 WIB

Potret Kebersamaan Kapolri, Jaksa Agung, hingga Kepala BIN di Hari Koperasi ke-79

13 Juli 2026 - 12:05 WIB

Anggota DPR RI Rachmat Gobel Meninggal Dunia

10 Juli 2026 - 13:31 WIB

PDIP Pilih Jadi Penyeimbang, Sekjen Golkar: Silakan, Nanti Rakyat yang Menilai!

9 Juli 2026 - 14:10 WIB

PSI Tangsel Bergabungnya Narji Cagur Tambah Kekuatan di Masyarakat

9 Juli 2026 - 12:12 WIB

Trending di Politik