Menu

Mode Gelap
Partai Gema Bangsa Deklarasikan Diri Jadi Kekuatan Politik Baru Terungkap, Timnas Indonesia Jadi Alasan Top Skor Vietnam Pensiun Dini Marsha Aruan Jatuh Hati pada Karakter Renata di Serial Baru Menteri PU Klaim Daerah Terisolasi Usai Bencana Sumatera Sudah Teratasi Isra Miraj Jadi Momentum Pertobatan Ekoteologis, Menag Ajak Umat Berhenti Merusak Alam

Daerah · 15 Feb 2026 01:45 WIB ·

Maruarar Sirait: PKP Fasilitasi Renovasi 500 Rumah Warga Bandung


Maruarar Sirait: PKP Fasilitasi Renovasi 500 Rumah Warga Bandung Perbesar

BANDUNG | Harian Merdeka

Kementerian Perumahan dan Kawasan Pemukiman (PKP) bersama Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia melakukan renovasi terhadap 500 rumah tidak layak huni (rutilahu) di Kota Bandung, Jawa Barat.

Menteri PKP Maruarar Sirait mengatakan, dari total 500 unit tersebut sebanyak 339 unit telah selesai direnovasi dan sisanya ditargetkan rampung pada akhir April 2026.

“Untuk di Bandung, total 500 unit yang dibantu oleh Yayasan Buddha Tzu Chi. Nilai satu unit kurang lebih Rp30 juta,” ujar Maruarar saat meninjau rumah yang telah direnovasi di Bandung, Jumat.

Ia menyebut Presiden Prabowo Subianto telah memberikan arahan kepada para menteri untuk melakukan perubahan di berbagai sektor demi kepentingan masyarakat, termasuk penanganan permukiman kumuh dan penyediaan rumah laik huni.

“Kita melakukan langkah-langkah strategis dan substansial sesuai perintah Presiden untuk membuat perubahan, termasuk di bidang perumahan dan ekonomi rakyat di kawasan perumahan, terutama perumahan kumuh,” katanya.

Maruarar menambahkan, pihaknya juga akan mendukung instruksi presiden terkait program gentengisasi rumah warga.

Ia menilai produk genteng dari Jatiwangi, Kabupaten Majalengka, berpotensi digunakan dalam program tersebut.

“Nanti akan kita survei, kalau memungkinkan kita gunakan produk UMKM agar ekonomi masyarakat juga bergerak. Tentu kita akan mempelajari kualitas, harga, dan kemampuan produksinya secara menyeluruh sebelum memutuskan,” ujarnya.

Menurut dia, Kementerian PKP terbuka untuk bekerja sama dengan perusahaan swasta dalam mendukung program pemerintah, dengan posisi sebagai fasilitator.

“Kita terbuka, tidak menerima uang, tidak menerima tanah, tidak menjadi supplier. Kita hanya memfasilitasi kerja sama antara yayasan, warga, dan pemerintah daerah agar semuanya berjalan dengan baik,” kata Maruarar. (Egi)

Artikel ini telah dibaca 3 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

BUMD Berdarah-darah: Mengupas Raibnya Rp60 Miliar di PT Agrobisnis Banten Mandiri

9 Maret 2026 - 12:40 WIB

Pantai Fodo Memakan Korban, Tim SAR Gabungan Berhasil Temukan Jasad Setelah Pencarian Panjang

9 Maret 2026 - 12:36 WIB

DPRD Lebak Naikkan Dana Reses, BCW: Tidak Ada Urgensi, Hanya Hamburkan Uang Rakyat!

6 Maret 2026 - 14:26 WIB

Polisi Bongkar Sindikat Pemerasan Berkedok Unjuk Rasa, Pelaku Catut Profesi Wartawan

6 Maret 2026 - 13:48 WIB

Sinergi IKPP dan Pemkot Tangsel: Tekan Harga Pangan Lewat Penjualan Minyak Goreng Murah

5 Maret 2026 - 15:24 WIB

Ironi Bumi Multatuli: Saat Anak-anak Lebak Kurang Gizi, Anggaran Reses Dewan Malah Meningkat

5 Maret 2026 - 13:14 WIB

Trending di Daerah