Menu

Mode Gelap
Kolaborasi DPC HNSI Kota Medan dan DPP REAKSI bersama dengan PT. Musim Mas Peduli Lingkungan Sungai dan Pesisir Pantai Kuliner Lezat Selama Liburan Bulan Juni 2024 hadir di Hotel Santika Premiere Bintaro Amanda Manopo: Atas sampai Bawah Hasil Perawatan Lionel Messi Tidak Tampil di Olimpiade 2024 Dibawah Kepemimpinan Pj Bupati Tangerang Andi Ony Mampu Mendongkrak Pertumbuhan Realisasi Pajak Daerah Sebesar ± 99 Milyar Pada Periode Bulan Januari – Mei

Daerah · 7 Nov 2023 19:19 WIB ·

Menghadapi Musim Hujan, BPBD Kabupaten Tangerang Petakan 9 Kecamatan Rawan Banjir


SMAN 7 Kabupaten Tangerang saat mengalami kebanjiran. Perbesar

SMAN 7 Kabupaten Tangerang saat mengalami kebanjiran.

TANGERANG | Harian Merdeka

Intensitas hujan yang mulai tinggi di Kabupaten Tangerang, membuat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang mewaspadainya.

Dari kajian yang dilakukan BPBD, sedikitnya terdapat sembilan kecamatan di Kabupaten Tangerang yang menjadi titik rawan banjir ketika memasuki musim penghujan.

Kepala BPBD Kabupaten Tangerang Ujat Sudrajat menjelaskan, terdapat sembilan kecamatan di Kabupaten Tangerang yang menjadi perhatian tinggi bagi BPBD, karena memiliki kerawanan dalam bencana banjir ketika memasuki musim penghujan.

Beberapa wilayah itu diantaranya, Kecamatan Tigaraksa, Jayanti, Kresek, Kemeri, Gunung Kaler, Teluknaga, Pakuhaji, Kosambi, dan Pasar Kemis.

“Sekitar sembilan kecamatan yang rawan banjir di Kabupaten Tangerang. Tetap siaga tinggi,” ucap Ujat, Selasa (7/11/2023).

Kata Ujat, setelah dilakukan pemetaan, BPBD meminta kepada setiap pos yang tersebar di kecamatan, harus selalu siaga tanggap darurat. BPBD juga sudah menyiagakan perahu-perahu karet di setiap Pos.
“Perahu karet, pompa air, disiagakan untuk sewaktu-waktu dibutuhkan. Semisal, ada warga yang perlu disevakuasi karena banjir,” katanya.
Selain itu, dia pun meminta kepada masyarakat dan para camat di Kabupaten Tangerang untuk selalu merawat saluran air.

Dengan cara melakukan kerja bakti setiap minggunya. Sehingga, ketika curah hujan tinggi tidak ada saluran yang tersumbat dan terhindar dari bencana banjir.

Hal itu guna meminimalisir terjadinya banjir. Karena rata-rata banjir terjadi karena saluran air tersumbat, akibat saluranya tidak terpelihara,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Kabupaten Tangerang Budi Nur Indra memaparkan, seusai musim kemarau yang kesulitan air, kini mulai memasuki musim penghujan.

Menurut Budi, musim hujan ini memiliki resiko kebanjiran. Kata Budi, pemetaan BPBD terkait titik-titik banjir di Kabupaten Tangerang sudah benar. Tentunya hal tersebut harus diwaspadai oleh masyarakat.

“Biasanya Kecamatan Kresek, Gunung Kaler dan Mekar Baru langganan banjir. Banjir kiriman dari Sungai Cidurian,” ungkap Budi.

Meski dirinya tidak menghendaki bencana banjir, namun MDMC Kabupaten Tangerang akan tetap waspada. (den/brc*)

Artikel ini telah dibaca 2 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Kolaborasi DPC HNSI Kota Medan dan DPP REAKSI bersama dengan PT. Musim Mas Peduli Lingkungan Sungai dan Pesisir Pantai

15 Juni 2024 - 20:47 WIB

Pelindo Serahkan Bantuan Kapal Rakit Pengangkut Dan Mesin Penghancur Enceng Gondok Di Sibea-Bea, Samosir

10 Juni 2024 - 12:35 WIB

Pelantikan Pengurus KJMB 2024

9 Juni 2024 - 22:34 WIB

PT Pelabuhan Indonesia Regional l Raih Peringkat lll BUMN

9 Juni 2024 - 22:06 WIB

Booth Tangsel Curi Perhatian Peserta Apeksi Balikpapan 2024

7 Juni 2024 - 10:04 WIB

LAN Tangerang Gelar Beberapa Kegiatan

5 Juni 2024 - 10:48 WIB

Trending di Daerah