Menu

Mode Gelap
Tebar Kepedulian, Kuatkan Kebersamaan. Koran Tangerang Raya dan LAN Kota Tangerang Adakan Santunan Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa Partai Gema Bangsa Deklarasikan Diri Jadi Kekuatan Politik Baru Terungkap, Timnas Indonesia Jadi Alasan Top Skor Vietnam Pensiun Dini Marsha Aruan Jatuh Hati pada Karakter Renata di Serial Baru Menteri PU Klaim Daerah Terisolasi Usai Bencana Sumatera Sudah Teratasi

Nasional · 10 Sep 2025 12:19 WIB ·

Menkeu: Tuntutan 17+8 Suara Rakyat Kecil


Menkeu: Tuntutan 17+8 Suara Rakyat Kecil Perbesar

JAKARTA | Harian Merdeka

Baru saja dilantik Presiden Prabowo Subianto, Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, bikin blunder usai menyebut tuntutan 17+8 suara sebagian rakyat kecil.

Purbaya pun langsung memberikan klarifikasi dan meminta maaf kepada masyarakat. “Saya mohon maaf, ke depan akan lebih baik lagi,” ujarnya, saat sambutan di Kementerian Keuangan, yang disiarkan di Republika Tv, Selasa (9/9).

Ia menjelaskan saat menjabat di Lembaga Penjamin Simpanan atau LPS, tidak pernah ada yang memantau pernyataannya. Dirinya mengaku salah dan meminta maaf atas ucapannya serta akan berusaha semaksimal mungkin menjadi Menkeu.

“Ini kan saya masih pejabat baru di sini. Menterinya juga menteri kagetan. Jadi kalau ngomong, katanya, kalau kata bu Sri Mulyani, ‘gayanya koboi’. Waktu di LPS sih gak ada yang monitor, jadi saya tenang,” imbuhnya.

Ia menyadari ternyata ada perbedaan antara semasa di LPS dengan di Kemenkeu. Ia menuding jika ada kesalahan, bisa dipelintir.

“Salah ngomong, langsung dipelintir sana sini. Jadi saya kemarin kalau ada kesalahan, saya mohon maaf ke depan akan lebih baik lagi,” kata Purbaya

Purbaya akan meminta petunjuk dari Sri Mulyani agar perekonomian bisa lebih baik lagi dan kebijakan fiskal bisa lebih bagus. Ia pun meminta waktu beberapa bulan ke depan untuk folus bekerja. “Jadi teman-teman media, tolong beri saya waktu,” pinta Purbaya.

Ia mengaku kaget pernyataannya viral. Ia menjadikan hal itu sebagai pembelajaran. Pernyataan Purbaya terkait tuntutan 17+8 yang viral itu diucapkan setelah ia dilantik pada Senin.

Awalnya ia mengaku belum mempelajari secara menyeluruh isi tuntutan tersebut. Ia mneilai, tuntutan itu datang dari sebagian kecil masyarakat yang merasa hidupnya terganggu dan belum tercukupi.

“Itu suara sebagian kecil rakyat kita, kenapa? Mungkin sebagian ngerasa keganggu hidupnya, masih kurang ya,” ujar Purbaya.

Ia menilai aspirasi itu akan mereda jika pemerintah mampu menciptakan pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi. Ia mengatakan masyarakat akan sibuk mencari kerja saat ekonomi tumbuh tinggi. “Jika saya ciptakan pertumbuhan ekonomi 6%, 7%, itu akan hilang otomatis. Mereka akan sibuk cari kerja dan makan enak dibanding demo,” ujarnya.

Di ketahui, Purbaya resmi ditunjuk Presiden Prabowo sebagai Menteri Keuangan menggantikan Sri Mulyani Indrawati, kemarin. Sebelum memimpin Kemenkeu, ia menjabat sebagai Ketua Dewan Komisioner) LPS sejak 3 September 2020.

Purbaya menempuh pendidikan sarjana bidang Teknik Elektro di Institut Teknologi Bandung. Lalu studi di Purdue University, Indiana, Amerika Serikat. Ia pun berhasil menyabet gelar Master of Science serta Doktor di bidang Ilmu Ekonomi.

Adapun karirnya di pemerintahan juga lumayan panjang. Sebelum memimpin LPS, ia pernah didapuk sebagai Deputi Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim dan Energi di Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (2018-2020).

Sebelum itu, ia menjadi Staf Khusus Bidang Ekonomi di berbagai kementerian, antara lain di Kemenko Maritim (2016-2018), Kemenko Polhukam (2015-2016), serta Kemenko Perekonomian (2010-2014). Selain itu, sempat menjadi Deputi III Bidang Pengelolaan Isu Strategis di Kantor Staf Presiden (2015). (jr)

Artikel ini telah dibaca 8 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Menagih Nurani Menaker: Pekerja MBG Langkat Berjuang Hidup, Kemenaker Bungkam

30 April 2026 - 20:00 WIB

Ditelepon Dasco dari Lokasi, Prabowo Kucurkan Rp 4 T Benahi Jalur KA

30 April 2026 - 15:52 WIB

RS Polri Kramat Jati Buka Posko DVI, Keluarga Korban KA Bekasi Harap Melapor

29 April 2026 - 16:55 WIB

Kapolda Banten Tinjau Kendaraan Dinas Jelang Pengamanan May Day

29 April 2026 - 15:04 WIB

Minyakita Mahal di 224 Wilayah, Pengamat: Ganti Budi Santoso

29 April 2026 - 14:54 WIB

Transisi Energi Hijau melalui Ekonomi Karbon

29 April 2026 - 13:27 WIB

Trending di Nasional