JAKARTA | Harian Merdeka
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno menegaskan bahwa pemerintah terus bekerja maksimal dalam menangani bencana banjir dan longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Ia memastikan seluruh jajaran bergerak sejak hari pertama bencana terjadi.
“Pemerintah telah bekerja keras,” kata Pratikno di Jakarta, Rabu. “Pak Presiden memerintahkan kepada seluruh kementerian dan lembaga untuk mengerahkan semua kekuatan untuk mengatasi bencana.”
Pratikno mengakui bahwa upaya penanganan di lapangan menghadapi tantangan besar akibat kondisi geografis wilayah terdampak yang sangat berat. Distribusi logistik dan proses pencarian korban memerlukan waktu karena medan yang luas serta cuaca yang masih belum mendukung.
“Tantangannya sangat berat. Medan wilayahnya sangat luas. Cuaca juga belum mendukung. Tapi seluruh tim dikerahkan untuk membantu saudara-saudara kita yang terisolir. Mohon doa dan dukungan dari semua pihak,” ujarnya, Rabu (3/12).
Saat ini, penanganan banjir dan longsor di wilayah Sumatera masih berada dalam tahap tanggap darurat.
Sementara itu, Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, melaporkan bahwa hingga Selasa (2/12), total korban meninggal akibat bencana di tiga provinsi tersebut mencapai 708 jiwa, sementara 499 orang masih dinyatakan hilang.
“Rinciannya, di Sumatera Utara korban meninggal 294 jiwa dan hilang 155 jiwa. Untuk Provinsi Aceh meninggal dunia 218 jiwa dan hilang 227 jiwa,” kata Abdul Muhari.
Adapun di Sumatera Barat, korban meninggal mencapai 196 jiwa dan 117 orang masih hilang.
Pemerintah memastikan operasi penyelamatan dan pendistribusian bantuan terus dilakukan secara intensif, dengan fokus utama menyelamatkan warga terdampak serta memulihkan akses yang terputus.(alan/hmi)







