Menu

Mode Gelap
Tebar Kepedulian, Kuatkan Kebersamaan. Koran Tangerang Raya dan LAN Kota Tangerang Adakan Santunan Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa Partai Gema Bangsa Deklarasikan Diri Jadi Kekuatan Politik Baru Terungkap, Timnas Indonesia Jadi Alasan Top Skor Vietnam Pensiun Dini Marsha Aruan Jatuh Hati pada Karakter Renata di Serial Baru Menteri PU Klaim Daerah Terisolasi Usai Bencana Sumatera Sudah Teratasi

Hukum · 26 Nov 2025 12:20 WIB ·

Mentan Siap Tindak Masuknya Beras Ilegal Lewat Jalur Tikus


Mentan Siap Tindak Masuknya Beras Ilegal Lewat Jalur Tikus Perbesar

JAKARTA | Harian Merdeka

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan komitmennya untuk menindak para oknum yang memasukkan beras ilegal melalui jalur tikus. Ia menilai praktik tersebut merugikan jutaan petani dan berpotensi mengganggu stabilitas sektor pertanian nasional, termasuk upaya pemerintah mencapai swasembada.

Amran mengatakan meski jumlah beras ilegal yang masuk terlihat kecil, dampaknya sangat besar terhadap harga dan penyerapan hasil panen petani lokal.

“Jadi, ini kelihatannya kuantumnya kecil tapi dampaknya besar. Pertama, petani padi kita 115 juta, kemudian petani tebu jutaan. Baru saja harga gula produksi kita tidak bisa keluar karena banjir gula. Nah, ini salah satunya penyebabnya, ada jalur tikus,” ujar Amran dalam konferensi pers di kediamannya di Jakarta Selatan, Selasa (25/11).

Menurutnya, persoalan serupa juga terjadi pada komoditas minyak goreng yang melibatkan lebih dari 10 juta petani dalam rantai produksi. Masuknya barang ilegal, kata Amran, dapat mengikis motivasi petani sekaligus menurunkan kepercayaan mereka terhadap pasar.

Terkait langkah antisipasi, Amran menegaskan pemerintah akan mengutamakan penindakan tegas terhadap berbagai bentuk pelanggaran yang berkaitan dengan masuknya beras ilegal. Ia menyebut untuk wilayah berkategori khusus seperti Sabang dan Batam, pemerintah terus memperkuat koordinasi lintas daerah agar kebijakan nasional dapat berjalan seragam.

“Kalau jalur tikus, (antisipasinya) penindakan. Jalur tikus, penindakan. Kalau daerah-daerah kawasan seperti Sabang dan Batam, kita komunikasi. Kenapa? Karena ada kebijakan nasional yang harus diikuti seluruh Indonesia,” katanya.

Amran memastikan pemerintah akan terus memperketat pengawasan dan menjaga keberpihakan kepada petani agar sektor pertanian tetap stabil menghadapi berbagai tantangan, termasuk potensi masuknya produk ilegal dari luar negeri.(con/hmi)

Artikel ini telah dibaca 6 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Sentimen Positif Rupiah Menguat, Pengamat Apresiasi Langkah Taktis Sufmi Dasco

12 Juni 2026 - 16:17 WIB

Kawal Demo BEM UI, Kapolda Ingatkan Pasukan: Mahasiswa Keluarga Kita

12 Juni 2026 - 14:31 WIB

Dasco: Minggu Depan Rupiah Menguat, Sebaiknya Dolar Dilepas

12 Juni 2026 - 14:16 WIB

Kinerja Zulhas Disindir Pengamat: Keppres Dia Pegang, Anggaran MBG Bocor 12 Triliun

12 Juni 2026 - 14:13 WIB

Ekonomi Ambles dan Pejabat Korup, Mahasiswa Kosgoro Ancam Reformasi Jilid Dua

12 Juni 2026 - 10:36 WIB

Diduga Terlibat Mafia Pendidikan, Alumnus Trisakti Desak KPK Periksa Ainun Naim

12 Juni 2026 - 10:33 WIB

Trending di Hukum