Menu

Mode Gelap
Tebar Kepedulian, Kuatkan Kebersamaan. Koran Tangerang Raya dan LAN Kota Tangerang Adakan Santunan Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa Partai Gema Bangsa Deklarasikan Diri Jadi Kekuatan Politik Baru Terungkap, Timnas Indonesia Jadi Alasan Top Skor Vietnam Pensiun Dini Marsha Aruan Jatuh Hati pada Karakter Renata di Serial Baru Menteri PU Klaim Daerah Terisolasi Usai Bencana Sumatera Sudah Teratasi

Pemerintahan · 27 Agu 2024 10:34 WIB ·

Menunggu Aksi Megawati


Menunggu Aksi Megawati Perbesar

JAKARTA | Harian Merdeka

Bila bicara data pada level perolehan kursi legislatif DPR RI maka posisi KIM plus menguasai sampai 80%. Sedangkan di DPRD tingkat 1 menguasai 60% kursi, DPRD tingkat 2 juga sekitar 60%.

Rencana menguasai parlemen dengan KIM plus luar biasa. Jadi kemungkinan besar rakyat akan diam selama 5 tahun ke depan untuk menerima semua kebijakan politik, ekonomi dan sosial.

Kalau pun KIM plus ini menjadi koalisii permanen memang hanya PDIP sendiri, tapi bukan menyendiri seperti yang dirasakan Megawati. Sehingga dia memutuskan para calon kepala daerah secara bertahap dan masih tersisa Jakarta, sebagai pertaruhan terakhir.

Mungkinkah Anies dijadikan simbol perlawanan atau malapetaka kedua setelah jokowi?

Secara rekam jejak, Anies berada pada kutub berbeda dengan PDIP. Apabila Anies menjadi merah, terus apa kata dunia politik? Apakah mau PDIP menjadi alat tunggangan, rasanya itu tidak mungkin.

Itu jelas adanya, rekam jejak Anies di DKI yang bersebrangan dengan PDIP dimulai dari Formula E, Rumah DP 0, Monas, pelebaran trotoar, proyek sumur resapan, penjualan saham bir Bintang, izin reklamasi dan OK OCEm pemeriksaan formula E di KPK, Aika Aibon hingga TGUPP.

Apa yang menjadi keseriusan bagi Megawati saat Anies menjadi gubernur DKI yakni ketika Anies merevitalisasi pohon sebanyak 205 pohon di Monas ditebang. Artinya, Istana saja dilawan, apalagi saya sebagai ketua Partai nantinya, bisa apa saya. Mungkin itu pertimbangan utama Megawati untuk memilih atau tdk memilih Anies.

Jadi kita tunggu besok Megawati memilih kepentingan elektoral atau perlawanan atau ideologis ? (dahlan)

Artikel ini telah dibaca 9 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Sekjen Golkar M. Sarmuji Tekankan Pentingnya Adaptasi bagi Kader Muda AMPG di Era Digital

13 Juli 2026 - 12:30 WIB

Sebut PBNU Perlu Perubahan, Cak Imin Dorong Munculnya Sosok Ketua Umum Baru

13 Juli 2026 - 12:27 WIB

Potret Kebersamaan Kapolri, Jaksa Agung, hingga Kepala BIN di Hari Koperasi ke-79

13 Juli 2026 - 12:05 WIB

Anggota DPR RI Rachmat Gobel Meninggal Dunia

10 Juli 2026 - 13:31 WIB

PDIP Pilih Jadi Penyeimbang, Sekjen Golkar: Silakan, Nanti Rakyat yang Menilai!

9 Juli 2026 - 14:10 WIB

PSI Tangsel Bergabungnya Narji Cagur Tambah Kekuatan di Masyarakat

9 Juli 2026 - 12:12 WIB

Trending di Politik