Menu

Mode Gelap
Tebar Kepedulian, Kuatkan Kebersamaan. Koran Tangerang Raya dan LAN Kota Tangerang Adakan Santunan Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa Partai Gema Bangsa Deklarasikan Diri Jadi Kekuatan Politik Baru Terungkap, Timnas Indonesia Jadi Alasan Top Skor Vietnam Pensiun Dini Marsha Aruan Jatuh Hati pada Karakter Renata di Serial Baru Menteri PU Klaim Daerah Terisolasi Usai Bencana Sumatera Sudah Teratasi

Politik · 26 Nov 2025 12:16 WIB ·

Ngapain Rektor IPDN ke Cambridge? Jazuli: DPR Aja Dilarang


Ngapain Rektor IPDN ke Cambridge? Jazuli: DPR Aja Dilarang Perbesar

JAKARTA | Harian Merdeka

Anggota Komisi II DPR RI dari Fraksi PKS, Jazuli Juwaini, mengkritik keras program studi banding yang dilakukan Rektor Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) ke Universitas Cambridge, Inggris. Kritik itu disampaikan dalam rapat kerja bersama Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (25/11).

Menurut Jazuli, kegiatan studi banding tersebut tidak relevan dengan tugas pokok dan fungsi IPDN sebagai lembaga pencetak kader pemerintahan daerah. Ia mempertanyakan urgensi kunjungan itu, terlebih ketika DPR sendiri tengah menerapkan moratorium kunjungan kerja ke luar negeri.

“Jangan sampai Pak Wamen jelaskan, Rektor IPDN studi banding ke Cambridge. DPR saja dibatalkan semua kunjungan ke luar negerinya. Ini Rektor IPDN ke Cambridge,” ujar Jazuli.
“Padahal IPDN itu bakal jadi camat, bakal jadi apa gitu. Apa urusannya sama Cambridge?” lanjutnya.

Dalam kesempatan yang sama, Jazuli juga mendorong Kemendagri untuk memperkuat program pendidikan politik bagi masyarakat. Ia menilai pendidikan politik tidak boleh hanya dilakukan menjelang pemilu, tetapi harus berlangsung secara berkelanjutan.

Mantan Ketua Fraksi PKS itu menyoroti rendahnya minat generasi Z untuk menggunakan hak pilih, meskipun tingkat partisipasi pemilih secara umum di Indonesia masih lebih tinggi dibandingkan Amerika Serikat.

“Gen Z itu sudah tidak terlalu tertarik ikut memilih. Meskipun partisipasi pemilih lebih tinggi dari AS, tapi tetap perlu perhatian,” kata Jazuli.

Ia pun meminta agar Direktorat Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum (Ditjen Polpum) Kemendagri memperoleh tambahan anggaran untuk memperluas program pendidikan politik.

“Jangan lima tahun sekali saja orang diajari politik. Harus terus dididik. Maka Dirjen yang menangani pendidikan politik itu anggarannya harus ditambah, supaya masyarakat makin melek politik,” tegasnya.

Rapat antara Komisi II dan Kemendagri itu berlangsung sebagai bagian dari evaluasi program dan anggaran di sektor pemerintahan dalam negeri.(ags/rhm/hmi)

Artikel ini telah dibaca 16 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

IKA PMII Pakuan: Penataan Wali Kota Bogor Jangan Cekik Ekonomi Rakyat

17 April 2026 - 12:12 WIB

Denny Charter: Kejaksaan Lebih Mumpuni, Saatnya KPK Dibubarkan

17 April 2026 - 12:10 WIB

Soal Pemberitaan Tempo, Nasdem Jabar Ingat Etika Pers dan Kepatutan Ruang Publik

17 April 2026 - 11:58 WIB

​Bantah Isu Gabung Gerindra, Arif Rahman: NasDem Bukan PT Tbk, Kami Punya Mandat Rakyat

14 April 2026 - 17:02 WIB

Kinerja Jeblok, Menteri Pariwisata Didesak Masuk Kotak Reshuffle

14 April 2026 - 14:15 WIB

Di Tengah Wacana Merger Gerindra–NasDem, Nasib Anies Baswedan di 2029 di Ujung Persimpangan

14 April 2026 - 14:10 WIB

Trending di Politik