Menu

Mode Gelap
Tebar Kepedulian, Kuatkan Kebersamaan. Koran Tangerang Raya dan LAN Kota Tangerang Adakan Santunan Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa Partai Gema Bangsa Deklarasikan Diri Jadi Kekuatan Politik Baru Terungkap, Timnas Indonesia Jadi Alasan Top Skor Vietnam Pensiun Dini Marsha Aruan Jatuh Hati pada Karakter Renata di Serial Baru Menteri PU Klaim Daerah Terisolasi Usai Bencana Sumatera Sudah Teratasi

Politik · 6 Mar 2026 14:12 WIB ·

Nusron Wahid Soal Board of Peace: Wujud Nyata Indonesia Berperan Aktif di Kancah Global


Nusron Wahid Soal Board of Peace: Wujud Nyata Indonesia Berperan Aktif di Kancah Global Perbesar

JAKARTA | Harian Merdeka

Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN, Nusron Wahid, menyampaikan bahwa pemerintah memandang Board of Peace (BoP) sebagai salah satu upaya diplomasi untuk mendorong terciptanya perdamaian dunia. Menurutnya, inisiatif tersebut perlu diberi kesempatan sebelum dinilai secara menyeluruh.

Pernyataan itu disampaikan Nusron usai pertemuan antara Presiden Prabowo Subianto dengan tokoh organisasi kemasyarakatan Islam serta para ulama di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (5/3/2026). Dalam kesempatan tersebut, Presiden menjelaskan berbagai langkah diplomasi yang ditempuh Indonesia di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik.

Nusron mengatakan Indonesia telah menerima forum Board of Peace sebagai salah satu sarana untuk mendorong dialog dan penyelesaian konflik secara damai.

“Pemerintah melihat ini sebagai ikhtiar menuju perdamaian. Karena itu, sebaiknya langkah tersebut dicoba terlebih dahulu sebelum ada penilaian untuk menghentikannya,” ujar Nusron.

Ia juga menjelaskan bahwa upaya Presiden Prabowo untuk mendorong dialog antara Amerika Serikat dan Iran mendapatkan respons dari sejumlah negara di kawasan Timur Tengah dan negara-negara Islam lainnya.

Menurut Nusron, beberapa negara seperti Pakistan dan Uni Emirat Arab memberikan dukungan terhadap peran Indonesia dalam mendorong terciptanya komunikasi antara pihak-pihak yang berkonflik.

Selain upaya diplomasi, pemerintah juga disebut terus memantau perkembangan situasi geopolitik global. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi dampak yang mungkin timbul terhadap stabilitas ekonomi nasional, termasuk potensi gangguan pada pasokan energi dan pangan apabila konflik di kawasan tersebut terus berkembang. (Fj)

Artikel ini telah dibaca 1 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Jawab Pengunduran Kader PKN, Denny Charter : Kami Fokus 2029

12 April 2026 - 21:23 WIB

SIAGA 98 Tolak Ajakan Saiful Mujani Untuk Menjatuhkan Prabowo Subianto

8 April 2026 - 16:15 WIB

Isu Reshuffle Menguat, Pengamat: Rencana Lama Kini Masuk Momentum yang Tepat

8 April 2026 - 16:08 WIB

Pimpinan MPR Nilai Kepastian Pemerintah soal Harga BBM Berdampak Positif

1 April 2026 - 11:13 WIB

Bahlil Lepas 1.000 Pemudik Golkar: Lebaran Lebih Bermakna di Kampung Halaman

17 Maret 2026 - 14:35 WIB

Reformasi Bea Cukai: Dirjen Harus Segera Dicopot

17 Maret 2026 - 13:24 WIB

Trending di Ekbis