Menu

Mode Gelap
Tebar Kepedulian, Kuatkan Kebersamaan. Koran Tangerang Raya dan LAN Kota Tangerang Adakan Santunan Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa Partai Gema Bangsa Deklarasikan Diri Jadi Kekuatan Politik Baru Terungkap, Timnas Indonesia Jadi Alasan Top Skor Vietnam Pensiun Dini Marsha Aruan Jatuh Hati pada Karakter Renata di Serial Baru Menteri PU Klaim Daerah Terisolasi Usai Bencana Sumatera Sudah Teratasi

Politik · 10 Des 2025 10:51 WIB ·

PDIP: Ide Koalisi Permanen, Bisa Menjerumuskan


PDIP: Ide Koalisi Permanen, Bisa Menjerumuskan Perbesar

JAKARTA | Harian Merdeka

Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menegaskan posisinya tetap berada di luar pemerintahan terkait usulan pembentukan koalisi permanen pendukung Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Penegasan tersebut disampaikan Juru Bicara DPP PDIP Guntur Romli dalam keterangannya di Jakarta, Selasa.

“Kami lebih ke sikap bahwa kami tetap menegaskan di luar pemerintahan,” ujarnya menanggapi pertanyaan wartawan.

Guntur menegaskan bahwa PDIP akan bersikap independen dan mengambil posisi sebagai kekuatan penyeimbang di parlemen. Menurutnya, partainya tidak mempermasalahkan wacana koalisi permanen yang digagas partai-partai pendukung pemerintah.

“Mau bentuk koalisi permanen atau apa pun namanya. Itu di luar komentar kami. Kami lebih ke sikap sebagai politik penyeimbang,” katanya.

Namun, Guntur mengingatkan bahwa gagasan koalisi permanen tidak boleh mengarah pada terbentuknya kekuasaan absolut yang berpotensi menggerus prinsip demokrasi. “Cuma kami mau mengingatkan, jangan sampai koalisi yang disebut permanen itu malah menjerumuskan kepada kekuasaan absolut. Dan jangan lupa, suatu kekuasaan absolut itu bisa juga merusak,” ujarnya.

Sebelumnya, Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia mengusulkan pembentukan koalisi pemerintahan permanen dalam perayaan puncak HUT Ke-61 Golkar bertajuk “Merajut Kebersamaan Membangun Indonesia Maju” di Istora Senayan, Jakarta, Jumat (5/12).

Bahlil mengatakan, koalisi permanen diperlukan untuk menjaga stabilitas pemerintahan dan menghindari tarik-menarik kepentingan partai politik di dalam koalisi.

“Jadi, jangan koalisi itu saat senang partai datang, saat menderita partai pergi. Kalau kata Sekjen saya, on-off, on-off. Jadi kita harus gentle, jangan diartikan politik itu harus nuntut terus, tidak bisa,” ujar Bahlil.

Usulan tersebut kini menjadi perbincangan politik nasional, sementara PDIP menegaskan akan tetap memainkan peran oposisi konstruktif sebagai bagian dari mekanisme demokrasi.(rhm/ant/hmi)

Artikel ini telah dibaca 1 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Sekjen Golkar M. Sarmuji Tekankan Pentingnya Adaptasi bagi Kader Muda AMPG di Era Digital

13 Juli 2026 - 12:30 WIB

Sebut PBNU Perlu Perubahan, Cak Imin Dorong Munculnya Sosok Ketua Umum Baru

13 Juli 2026 - 12:27 WIB

Potret Kebersamaan Kapolri, Jaksa Agung, hingga Kepala BIN di Hari Koperasi ke-79

13 Juli 2026 - 12:05 WIB

Anggota DPR RI Rachmat Gobel Meninggal Dunia

10 Juli 2026 - 13:31 WIB

PDIP Pilih Jadi Penyeimbang, Sekjen Golkar: Silakan, Nanti Rakyat yang Menilai!

9 Juli 2026 - 14:10 WIB

PSI Tangsel Bergabungnya Narji Cagur Tambah Kekuatan di Masyarakat

9 Juli 2026 - 12:12 WIB

Trending di Politik