GUNUNGSITOLI | Harian Merdeka
Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Gunungsitoli kembali menggelar kegiatan bakti sosial sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat, khususnya keluarga Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), pada Minggu, 25 Mei 2026.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari program berkelanjutan yang digagas Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan untuk memperkuat kehadiran institusi pemasyarakatan di tengah masyarakat.
Dalam kegiatan itu, jajaran petugas lapas menyalurkan bantuan sosial kepada sejumlah keluarga WBP yang dinilai membutuhkan dukungan ekonomi dan sosial.
Bantuan diberikan langsung sebagai upaya meringankan beban keluarga warga binaan sekaligus mempererat hubungan antara petugas pemasyarakatan dan masyarakat sekitar.
Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Gunungsitoli, Sahat Bangun, mengatakan kegiatan bakti sosial tersebut merupakan agenda rutin yang akan terus dijalankan sebagai implementasi nilai pemasyarakatan yang humanis dan berorientasi pada kemanusiaan.
“Keberhasilan pembinaan warga binaan tidak hanya bergantung pada program di dalam lapas, tetapi juga dukungan keluarga dan lingkungan sosial yang baik,” ujar Sahat.
Menurutnya, kepedulian terhadap keluarga WBP menjadi bagian penting dalam menciptakan proses pembinaan yang lebih efektif. Sebab, kondisi keluarga yang stabil diyakini dapat membantu warga binaan menjalani masa pembinaan dengan lebih baik dan siap kembali ke masyarakat.
Kegiatan sosial itu sekaligus menegaskan komitmen Lapas Gunungsitoli dalam mengusung semangat “Pemasyarakatan Pasti Bermanfaat Untuk Masyarakat” melalui aksi nyata yang langsung menyentuh warga membutuhkan.
Selain program pembinaan bagi warga binaan, pihak lapas juga menegaskan akan terus menghadirkan berbagai kegiatan sosial yang berdampak positif bagi masyarakat luas sebagai bentuk pelayanan publik yang humanis, profesional, dan berintegritas.(Adi).







