Menu

Mode Gelap
Tebar Kepedulian, Kuatkan Kebersamaan. Koran Tangerang Raya dan LAN Kota Tangerang Adakan Santunan Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa Partai Gema Bangsa Deklarasikan Diri Jadi Kekuatan Politik Baru Terungkap, Timnas Indonesia Jadi Alasan Top Skor Vietnam Pensiun Dini Marsha Aruan Jatuh Hati pada Karakter Renata di Serial Baru Menteri PU Klaim Daerah Terisolasi Usai Bencana Sumatera Sudah Teratasi

Ekbis · 11 Des 2025 13:50 WIB ·

Pelni Butuh Kapal Baru


Pelni Butuh Kapal Baru Perbesar

JAKARTA | Harian Merdeka

PT Pelni butuh tiga kapal penumpang. Ketiga kapal itu menggantikan kapal-kapal lain yang sudah tua.

Direktur Utama PT Pelni (Persero) Tri Andayani mengungkapkan, pihaknya tengah memproses pengadaan tiga kapal melalui skema Penyertaan Modal Negara (PMN). Pengadaan tiga kapal ini baru ini dilakukan untuk menggantikan sejumlah kapal Pelni yang sudah memasuki usia di atas 30 tahun.

Wanita yang akrab disapa Andayani, itu mengungkapkan usulan pemberian PMN pengadaan tiga kapal penumpang ini baru diterima DPR RI, Senin (8/12) kemarin dalam rapat kerja Komisi XI dengan Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa.

Dalam rapat itu, DPR menerima usulan pemerintah untuk memberikan PMN kepada Pelni sebesar Rp 2,5 triliun.

“Kemarin baru hari Senin diputuskan pencairan PMN 2025 untuk pengadaan 3 unit kapal penumpang Pelni. Itu baru menggantikan ya, belum menambah. Karena memang usia kapal kami ini dari 26 untuk per tahun 2025 ini sudah ada 14 kapal yang usianya di atas umur teknis 30 tahun,” ujar Andayani pada kegiatna Press Briefing Angkutan Nataru Pelni, Jakarta Pusat, Rabu (10/12).

Ia menjelaskan masing-masing kapal ditaksir membutuhkan anggaran sebesar Rp 1,5 triliun, dengan begitu total dana yang dibutuhkan untuk pengadaan tiga kapal ini mencapai Rp 4,5 triliun.

Lebih lanjut, Andayani menyebut pihaknya telah mendapatkan PMN senilai Rp 1,5 triliun untuk booking pembuatan tiga kapal tersebut. Sementara dana PMN yang didapat tahun ini, sebesar Rp 2,5 triliun akan digunakan untuk pelunasan atas tiga kapal tersebut, sisanya akan ditutup dengan dana milik Persero.

“Nah yang Rp 1,5 triliun kan sudah kami dapatkan dari PMN 2024. Kemudian yang PMN 2025 ini Rp 2,5 triliun. Nah yang Rp 500 miliar dari self financing Pelni sendiri,” jelasnya.

Jika seluruh proses pengadaan ini berjalan sesuai rencana, Andayani menargetkan ketiga kapal penumpang baru ini akan siap beroperasi semester pertama 2029. Ketiga kapal ini rencananya akan beroperasi untuk wilayah tengah dan timur Indonesia.

“Rutenya Papua bagian Barat. Kemudian di Jawa ke arah Kalimantan. Kemudian ada yang Indonesia tengah ya, Makassar ke Papua,” papar Andayani.

Sebelumnya, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengajukan usulan pencairan dana penyertaan modal negara (PMN) sebesar Rp 2,5 triliun kepada Pelni untuk pengadaan tiga unit kapal penumpang baru.

“Manfaat yang akan diperoleh dari penambahan sarana adalah meningkatkan jumlah penumpang, menurunkan kemacetan, dan menurunkan emisi,” ujar Purbaya dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR, Senin (8/12).

Usulan Purbaya tersebut sudah disetujui pencairannya oleh Komisi XI DPR dalam rapat yang sama. Komisi telah menerima semua penjelasan dari kubu pemerintah untuk PMN yang diusulkan dalam rangka penugasan pemerintah.

“Komisi XI akan melakukan pendalaman atas pelaksanaan PMN Tahun Anggaran 2025 yang diberikan kepada PT KAI, PT INKA, PT Pelni, PT SMF, dan PT Badan Bank Tanah pada masa sidang berikutnya,” ujar Ketua Komisi XI Misbakhun. (jr)

Artikel ini telah dibaca 2 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Prestasi Gemilang, PERUMDAM TKR Raih TOP BUMD Awards.

16 April 2026 - 12:01 WIB

Cara Negara Memperkaya Oligarki Sawit Lewat Alokasi Volume Biodiesel B50

15 April 2026 - 13:02 WIB

Sertijab Pejabat Polres Nias, Kabag SDM Kini Dijabat AKP Sonahami Lase

15 April 2026 - 12:59 WIB

Pupuk Kaltim Sahkan PKB 2026–2028, Menaker Beri Apresiasi

15 April 2026 - 12:56 WIB

Kenaikan Harga Plastik Bikin Pedagang Kecil Menjerit

13 April 2026 - 13:40 WIB

Kementerian ESDM : Pengembangan Blok Masela untuk Melindungi Kedaulatan Ekonomi Indonesia

13 April 2026 - 13:10 WIB

Trending di Ekbis