JAKARTA | Harian Merdeka
Menteri Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman menanggapi rencana pemerintah memberikan kredit investasi Rp 20 triliun buat UMKM di sektor padat karya, seperti tekstil dan produk tekstil (TPT) yang disampaikan langsung oleh Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.
Maman mengatakan Kementerian UMKM akan berkoordinasi dengan Airlangga. Pihaknya pun masih menunggu kebijakan lebih lanjut karena baru diumum. Maman pun memastikan Kementerian UMKM akan menindaklanjuti arahan dari Presiden Prabowo Subianto.
“Ya tentunya itu kan hasil rapat beliau dengan Pak Presiden. Ya nanti tentunya kita sebagai pembantu Presiden ya harus menindaklanjuti arahan tersebut. Namun untuk lebih lanjut, karena itu baru kemarin kan. Ya tentunya kita nanti akan koordinasi dengan Kemenko Perekonomian,” jelas Maman.
“Itu baru dibahas kemarin, jadi saya tunggu. Nanti kita tanya, nanti kita mau koordinasi sama Menko [Airlangga soal skema],” kata Maman saat ditemui di kantornya, Kamis (20/3).
Maman pun memastikan Kementerian UMKM akan menindaklanjuti arahan dari Presiden Prabowo Subianto. “Ya tentunya itu kan hasil rapat beliau dengan Pak Presiden. Ya nanti tentunya kita sebagai pembantu Presiden ya harus menindaklanjuti arahan tersebut. Namun untuk lebih lanjut, karena itu baru kemarin kan. Ya tentunya kita nanti akan koordinasi dengan Kemenko Perekonomian,” jelas Maman.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto berencana memberikan kredit khusus bagi pelaku usaha UMKM Tekstil dan Produk Tekstil (TPT) dalam waktu dekat. Hal ini diungkapkan Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto usai rapat terbatas (Ratas) di Istana Negara, terkait industri tekstil, di Istana Negara, Rabu (19/3/2025).
Airlangga menjelaskan bahwa pemerintah sudah merumuskan peket kebijakan untuk revitalisasi permesinan bagi pelaku industri. Pemerintah menyediakan fasilitas kredit untuk subsidi investasi.
“Revitalisasi permesinan ini regulasinya dalam waktu dekat akan keluar, dimana pemerintah sudah menyediakan Rp 20 triliun untuk subsidi investasi, karena kalau mesinnya tidak diperbaiki, daya saing baik dari penggunaan energi, maupun produksi, speed-nya akan lebih lambat. Oleh karena itu pemerintah sudah siapkan kredit investasi untuk sektor padat karya. Tekstil, sepatu, makanan dan minuman, furniture, kulit,” kata Airlangga, dikutip dari CNBC Indonesia.
Adapun skemanya dengan pemberian kredit 8 tahun dan bunga yang disubsidi sebesar 5% oleh pemerintah. Airlangga juga menjelaskan bahwa batasan kredit maksimum sebesar Rp 10 miliar, yang menyasar pada pelaku usaha UMKM yang bisa dibantu. Terkait dengan kriterianya nanti pihak perbankan yang akan melakukan seleksi.
“Jadi berapapun kredit investasi perbankan pemerintah potong 5%,” jelas Airlangga. (jr)







