Menu

Mode Gelap
Tebar Kepedulian, Kuatkan Kebersamaan. Koran Tangerang Raya dan LAN Kota Tangerang Adakan Santunan Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa Partai Gema Bangsa Deklarasikan Diri Jadi Kekuatan Politik Baru Terungkap, Timnas Indonesia Jadi Alasan Top Skor Vietnam Pensiun Dini Marsha Aruan Jatuh Hati pada Karakter Renata di Serial Baru Menteri PU Klaim Daerah Terisolasi Usai Bencana Sumatera Sudah Teratasi

Nasional · 29 Des 2025 16:16 WIB ·

Pemerintah Tambah 280 Perangkat Starlink untuk Wilayah Terdampak Banjir di Sumatera


Pemerintah Tambah 280 Perangkat Starlink untuk Wilayah Terdampak Banjir di Sumatera Perbesar

JAKARTA | Harian Merdeka

Pemerintah menambah sebanyak 280 perangkat Starlink untuk memperkuat akses komunikasi di sejumlah wilayah terdampak banjir dan tanah longsor di Pulau Sumatera. Langkah ini dilakukan untuk memastikan layanan komunikasi darurat tetap tersedia di daerah yang jaringan telekomunikasinya terganggu akibat bencana.

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria mengatakan, penambahan perangkat Starlink merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam menjaga konektivitas di wilayah terdampak bencana, khususnya di daerah yang mengalami kerusakan infrastruktur telekomunikasi dan pemadaman listrik.

“Kita tahu kondisi jaringan telekomunikasi di beberapa wilayah terdampak banjir hampir lumpuh total karena gangguan listrik dan kerusakan fasilitas. Penyediaan perangkat Starlink ini diharapkan dapat membuka akses komunikasi darurat bagi masyarakat, relawan, dan petugas di lapangan,” ujar Nezar di Jakarta, Senin.

Nezar menjelaskan, perangkat Starlink tersebut akan ditempatkan di titik-titik strategis, seperti posko pengungsian, kantor pemerintahan daerah, posko Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta lokasi operasi evakuasi. Penempatan ini bertujuan untuk mendukung koordinasi penanganan bencana dan memudahkan masyarakat mengakses informasi penting.

Menurut Nezar, distribusi perangkat dilakukan berdasarkan tingkat kebutuhan dan prioritas wilayah, terutama daerah yang masih terisolasi dan belum dapat dijangkau jaringan seluler maupun internet konvensional.

Ia menyebutkan, banjir yang melanda sejumlah wilayah di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat menyebabkan banyak fasilitas telekomunikasi, termasuk base transceiver station (BTS), mengalami gangguan. Pemerintah, kata Nezar, terus melakukan pemulihan jaringan secara bertahap, namun penggunaan teknologi satelit menjadi solusi sementara yang krusial dalam masa tanggap darurat.

Lebih lanjut, Nezar menegaskan pemerintah akan terus memantau efektivitas penggunaan perangkat Starlink selama masa penanganan bencana. Jika diperlukan, penambahan dan perluasan pemanfaatan perangkat serupa juga akan dilakukan di wilayah lain yang menghadapi gangguan komunikasi akibat bencana alam.

Penambahan perangkat Starlink ini menjadi bagian dari respons pemerintah dalam menghadapi dampak banjir besar yang terjadi di sejumlah provinsi di Sumatera pada akhir 2025, yang mengakibatkan kerusakan infrastruktur, gangguan layanan dasar, serta membatasi akses komunikasi masyarakat di wilayah terdampak.(Fj)

Artikel ini telah dibaca 4 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Sebut Proyeksi BI Cuma Pembelaan Diri, CBA Desak Perry Warjiyo Mundur Jika Rupiah Anjlok

5 Juni 2026 - 10:40 WIB

Pupuk Kaltim Borong Tiga Penghargaan TOP CSR Awards 2026

5 Juni 2026 - 10:38 WIB

Resmi Dilantik, Kapolda Metro Jaya Minta 993 Bripda Baru Jaga Integritas

5 Juni 2026 - 10:24 WIB

PBHI Jakarta Apresiasi Penegakan Hukum di Era Prabowo

4 Juni 2026 - 13:20 WIB

Kejagung Geledah Kantor Badan Gizi Nasional Usai Pencopotan Dadan

3 Juni 2026 - 10:54 WIB

Karangan Bunga Gema Kosgoro untuk BGN: Dukung Prabowo Copot 3 Pejabat

3 Juni 2026 - 10:46 WIB

Trending di Nasional