Menu

Mode Gelap
Partai Gema Bangsa Deklarasikan Diri Jadi Kekuatan Politik Baru Terungkap, Timnas Indonesia Jadi Alasan Top Skor Vietnam Pensiun Dini Marsha Aruan Jatuh Hati pada Karakter Renata di Serial Baru Menteri PU Klaim Daerah Terisolasi Usai Bencana Sumatera Sudah Teratasi Isra Miraj Jadi Momentum Pertobatan Ekoteologis, Menag Ajak Umat Berhenti Merusak Alam

Daerah · 17 Okt 2024 14:05 WIB ·

Pemkot Bogor Gelar GPM di Tegalgundil


Pemkot Bogor Gelar GPM di Tegalgundil Perbesar

JAKARTA | Harian Merdeka

Pemerintah Kota Bogor menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di Masjid Al Muttaqin Kelurahan Tegalgundil, Kecamatan Bogor Utara pada Rabu (16/10). GPM menawarkan aneka komoditas mulai kualitas standar hingga kelas premium.

Ketua Pelaksana, Wina menjelaskan, Gerakan Pangan Murah yang diselenggarakan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bogor untuk memperingati Hari Pangan Nasional Tahun 2024.

“Gerakan Pangan Murah ini rutin kami laksanakan. Ini sudah yang ke-82 kali. Tujuannya untuk menjaga stabilisasi harga pangan serta mencegah dan mengendalikan tingkat inflasi di Kota Bogor,” ucap perempuan yang juga menjabat sebagai Sekretaris DKPP Kota Bogor itu.

Ia menyebut, kegiatan ini diikuti sebanyak 20 vendor pangan. Mereka menjual aneka kebutuhan dasar yang diperlukan masyarakat seperti beras, telur, minyak, dan sayuran.

Jenis komoditas yang dijual dalam GPM tersebut bervariasi. Mulai dari kualitas standar hingga kualitas premium.

“Masyarakat bisa memilih mana yang dibutuhkan. Tapi kami menjamin harganya lebih murah Rp2-5 ribu dibanding harga di pasar atau supermarket. Sehingga bisa menguntungkan masyarakat terutama ibu-ibu,” ucap Wina.

Gerakan Pangan Murah ini dibuka mulai dari pukul 09.00 hingga pukul 14.00 WIB. GPM akan digelar di lokasi tersebut hingga Kamis (17/10) besok.

Pj Wali Kota Bogor, Hery Antasari mengapresiasi Program GPM ini. Ia juga berterima kasih pada setiap vendor yang terlibat di dalamnya.

Menurut Hery, Gerakan Pangan Murah dapat membantu meringankan beban masyarakat. Terlebih jika dilaksanakan secara masif akan berpengaruh pada stabilitas inflasi Kota Bogor.

“Inflasi kalau tidak dijaga dampaknya bisa kemana-mana. Bukan hanya produsen, tapi juga konsunen dan masyarajat semua. Makanya GPM ini akan terus kami lakukan,” ucap Hery. (jr)

Artikel ini telah dibaca 5 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Menteri PU Klaim Daerah Terisolasi Usai Bencana Sumatera Sudah Teratasi

16 Januari 2026 - 18:04 WIB

Gizi Anak Jadi Prioritas, Pembangunan SPPG Banten Tersendat

15 Januari 2026 - 16:03 WIB

Rudy Susmanto Fokus Normalisasi Sungai Usai Banjir Ciriung

15 Januari 2026 - 15:01 WIB

Bergulir Sejak 2022, Kasus Dugaan Korupsi Dana Desa Lolo,ana’a Idanoi Mandek di Kejari Gunungsitoli

15 Januari 2026 - 14:51 WIB

Modus Janjikan Lulus AKPOL, Kombes Pol. Dian Setyawan Ungkap Kerugian Rp1 Miliar

15 Januari 2026 - 14:49 WIB

Pemerintah Kota Jakarta Utara Jamin Masa Depan Anak Pasutri Korban Banjir

15 Januari 2026 - 14:17 WIB

Trending di Daerah