Menu

Mode Gelap
Tebar Kepedulian, Kuatkan Kebersamaan. Koran Tangerang Raya dan LAN Kota Tangerang Adakan Santunan Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa Partai Gema Bangsa Deklarasikan Diri Jadi Kekuatan Politik Baru Terungkap, Timnas Indonesia Jadi Alasan Top Skor Vietnam Pensiun Dini Marsha Aruan Jatuh Hati pada Karakter Renata di Serial Baru Menteri PU Klaim Daerah Terisolasi Usai Bencana Sumatera Sudah Teratasi

Ekbis · 14 Nov 2025 10:33 WIB ·

Pengusaha Sepatu Curigai Praktik Dumping China


Pengusaha Sepatu Curigai Praktik Dumping China Perbesar

JAKARTA | Harian Merdeka

Pengusaha sepatu mencurigai adanya praktik dumping oleh China. Buktinya, sepatu China dijual Rp 75 ribu di marketplace.

Ketua Himpunan Pengusaha Alas Kaki Nusantara (HIPAN), David Chalik mengatakan, indikasi ini muncul dari murahnya sejumlah produk sepatu yang dijual di marketplace. Sejumlah produk sepatu dijual dengan harga Rp 75 ribu.

David sempat meminta pemasok di China memproduksi ulang sepatu dengan harga yang sama, namun ditolak karena tidak tercapainya kesepakatan harga.

“Dijual harga Rp 75.000. Saya pernah coba bikin balik, saya beli sepatu di e-commerce. Saya bikin balik di Alibaba, saya sebut nggak apa-apa ya, ternyata mereka nggak bisa bikin (produk) harga Rp 75 ribu per pairs,” ujarnya dalam rapat dengan Komisi VII DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, dikutip Kamis (13/11).

Malah, David sudah menaikkan jumlah order hingga 20.000 pairs tapi tetap ditolak karena harganya tak bisa menutup ongkos produksi. Oleh karena itu ia menilai sepatu yang dijual di harga Rp 75 ribu tidak masuk akal, terlebih ada ongkos produksi dan pengiriman yang harus dikeluarkan.

“Saya naikin kuantitasnya jadi 10.000, 20.000, harga bahkan masih nggak ketemu di Rp 75 ribu. Artinya kalau mereka sudah sampai di Indonesia, mereka kan sudah ada ongkos kirim, sudah ada modal kerja dan profit, mereka masih bisa jual di Rp 75 ribu, itu saya nggak masuk di akal, gimana caranya? Sedangkan mereka sendiri kita (minta) bikin balik, nggak bisa. Jadi indikasinya dumping ini cukup kuat,” tambah David.

David menilai dengan standar produksi yang memadai, harga ideal satu pasang sepatu seharusnya berada di kisaran Rp 150.000 sampai Rp 200.00. Oleh karena itu ia menilai sepatu yang harganya di bawah itu terindikasi sebagai produk dumping.

Ia juga mencurigai ada upaya dari pihak tertentu yang ingin merusak pasar Indonesia. Pasalnya, produsen tersebut menjual harga lebih murah di negara lain ketimbang di negaranya sendiri.

“Dumpingnya ya harga jual mereka itu lebih murah daripada mereka jual di pasar mereka sendiri, untuk menyerang pasar kita, untuk merusak pasar kita. Ini sebenarnya sudah dialami di industri gorden,” tuturnya.

David menyebut produsen di luar negeri tak segan melakukan praktik bakar uang saat melakukan dumping. Saat industri di Indonesia perlahan mati, produsen di China akan menaikkan harga secara perlahan.

“Dulu sempat ada kita punya pabrik gorden lokal. Mereka masuk Tanah Abang dari, impor dari luar negeri, masuk ke sini, harganya setengah dari harga pasar. Mereka bakar uang hampir selama satu tahun setengah. Pabrik kita udah collapse semua, sekarang harga mereka, mereka rising double the price. Jadi artinya kalau tadi Bapak katakan ke dunia sepatu, kami sudah mengalami ini,” tutupnya. (jr)

Artikel ini telah dibaca 8 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

DJP Gencar Kejar Pajak di Sektor Digital, Jam Tangan hingga Rumah Mewah

21 April 2026 - 17:11 WIB

Pertamina Hulu Rokan Bungkam Dua Kali Dikonfirmasi Terkait Dugaan Pengaturan Tender Proyek Senilai USD 10,9 Juta

21 April 2026 - 16:50 WIB

Bahlil Tegaskan Harga LPG 3 Kg Tetap Stabil

21 April 2026 - 16:39 WIB

Dugaan Jual Beli ‘Jabatan Abadi’ di RSUD Kabupaten Bogor

21 April 2026 - 12:19 WIB

Lapas Kelas IIB Gunungsitoli Diawasi Hakim, Sahat Bangun Pastikan Pembinaan Optimal

21 April 2026 - 12:13 WIB

Kenaikan BBM dan Elpiji Nonsubsidi: Raport Merah Bahlil Lahadalia

21 April 2026 - 12:10 WIB

Trending di Ekbis