Menu

Mode Gelap
Tebar Kepedulian, Kuatkan Kebersamaan. Koran Tangerang Raya dan LAN Kota Tangerang Adakan Santunan Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa Partai Gema Bangsa Deklarasikan Diri Jadi Kekuatan Politik Baru Terungkap, Timnas Indonesia Jadi Alasan Top Skor Vietnam Pensiun Dini Marsha Aruan Jatuh Hati pada Karakter Renata di Serial Baru Menteri PU Klaim Daerah Terisolasi Usai Bencana Sumatera Sudah Teratasi

Nasional · 10 Des 2025 12:14 WIB ·

Percepat Perekaman Data Kependudukan, Mendagri Tito Minta Dukcapil Bergerak Lebih Agresif


Percepat Perekaman Data Kependudukan, Mendagri Tito Minta Dukcapil Bergerak Lebih Agresif Perbesar

JAKARTA | Harian Merdeka

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian meminta jajaran Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) untuk meningkatkan percepatan perekaman data kependudukan secara lebih agresif. Hal ini disampaikan mengingat capaian perekaman nasional saat ini baru berada di angka 97 persen.

Seruan tersebut disampaikan Tito pada Rapat Koordinasi Nasional Kependudukan dan Pencatatan Sipil dengan Lembaga Pengguna 2025 yang berlangsung di Pullman Jakarta Central Park, Selasa (9/12/2025). Kegiatan ini turut dihadiri Dirjen Dukcapil Teguh Setyabudi, perwakilan Bank Dunia Jonathan Marskell, kepala dinas Dukcapil se-Jabodetabek, serta sejumlah pejabat terkait lainnya.

“Target idealnya adalah 100 persen penduduk Indonesia dan siapa pun yang tinggal di Indonesia terdata dalam sistem kependudukan. Itu yang ingin kita capai,” ujar Tito dalam keterangan tertulis, Rabu (10/12/2025).

Ia menegaskan, upaya percepatan perlu dilakukan dengan menyasar kelompok masyarakat yang selama ini sulit terjangkau. Mulai dari masyarakat adat yang tinggal di wilayah pedalaman, masyarakat prasejahtera, hingga tunawisma yang tidak memiliki domisili.

“Kelompok-kelompok ini harus kita identifikasi dan prioritaskan. Undang-Undang menjamin perlindungan bagi seluruh masyarakat, termasuk mereka yang berada dalam kategori prasejahtera,” jelas Tito.

Mendagri juga menyoroti tantangan yang dialami Warga Negara Indonesia di luar negeri yang sering kali harus kembali ke Tanah Air hanya untuk memperpanjang dokumen kependudukan. Ia mengapresiasi kolaborasi Dukcapil dengan perwakilan RI di berbagai negara untuk memberikan kemudahan layanan bagi diaspora.

“Kadang sangat disayangkan ketika mereka harus pulang hanya untuk mengurus KTP. Biayanya tentu tidak sedikit,” tambahnya.

Dalam kesempatan itu, Tito turut menekankan pentingnya penguatan infrastruktur teknologi informasi Dukcapil, termasuk server, storage, bandwidth, dan keamanan siber. Ia menegaskan bahwa data kependudukan merupakan aset strategis negara dan telah dimanfaatkan secara luas oleh instansi pemerintah maupun pihak swasta, termasuk sebagai dasar penyusunan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

“Selain perbaikan tata kelola, infrastruktur teknologi informasinya juga harus betul-betul diperkuat,” tegas Mendagri.

Di akhir arahannya, Tito meminta jajaran Dukcapil bergerak cepat memberikan layanan administrasi kependudukan bagi masyarakat terdampak banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

“Saya instruksikan Ditjen Dukcapil segera menurunkan tim ke daerah bencana untuk memberikan pelayanan langsung,” tutup Tito. (Fj)

Artikel ini telah dibaca 3 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Tambang Di Teluk Kelabat Babel: JagaTani Desak Pemegang IUP Tambang Diseret ke Penjara

16 Juli 2026 - 13:59 WIB

Korupsi Batu Bara PLN, MataHukum: Segera Bongkar Kejahatan PT OBP, PT RAP, dan PT BRA

16 Juli 2026 - 13:56 WIB

Kunjungan Wapres ke Palembang, Polda Sumsel Jamin Aktivitas Warga Lancar

16 Juli 2026 - 13:47 WIB

KPK Ungkap Alasan Geledah Rumah Anggota V BPK: Cari Bukti Pengondisian Hasil Audit

15 Juli 2026 - 10:49 WIB

Strategi Pemilu 2029: Surya Paloh Minta Garda Pemuda NasDem Rangkul Pemilih Pemula

15 Juli 2026 - 10:46 WIB

Trump Berlakukan Tarif di Selat Hormuz, Dave Laksono: Indonesia Perlu Mitigasi Dampak Ekonomi

15 Juli 2026 - 10:43 WIB

Trending di Nasional