Menu

Mode Gelap
Partai Gema Bangsa Deklarasikan Diri Jadi Kekuatan Politik Baru Terungkap, Timnas Indonesia Jadi Alasan Top Skor Vietnam Pensiun Dini Marsha Aruan Jatuh Hati pada Karakter Renata di Serial Baru Menteri PU Klaim Daerah Terisolasi Usai Bencana Sumatera Sudah Teratasi Isra Miraj Jadi Momentum Pertobatan Ekoteologis, Menag Ajak Umat Berhenti Merusak Alam

Kesehatan · 26 Nov 2025 12:02 WIB ·

Percepat Turunkan Angka Stunting, Pemkot Tangsel dan Basznas Salurkan Bantuan Paket Sembako 280 Keluarga di Ciputat


Percepat Turunkan Angka Stunting, Pemkot Tangsel dan Basznas Salurkan Bantuan Paket Sembako 280 Keluarga di Ciputat Perbesar

TANGSEL | Harian Merdeka

Pemerintah Kota Tangerang Selatan bersama BAZNAS menyalurkan bantuan paket sembako dan dana stimulan kepada 280 keluarga yang memiliki anak terindikasi stunting.

Kegiatan Bantuan Sembako dari Provinsi Banten dan kunjungan rumah sasaran Program Orang Tua Asuh Atasi Stunting, yang digelar di Aula Kelurahan Serua Indah, Selasa (25/11/2025).

Wakil Wali Kota Tangsel ,Pilar Saga Ichsan, mengatakan program ini menjadi bagian dari upaya percepatan penurunan angka Stunting di seluruh wilayah Tangsel.

Pilar menyebutkan, kolaborasi pemerintah daerah dan Baznas merupakan langkah strategis yang sejalan dengan program nasional Genting (Gerakan Orang Tua Asuh Atasi Stunting ).

” Ini adalah upaya percepatan Pemkot Tangsel untuk memulihkan atau mengurangi angka stunting.Kita lakukan ini bersama BAZNAS karena programnya sejalan dengan program pusat,” kata Pilar, Selasa (25/11/2025).

Pilar menjelaskan, bantuan yang diberikan dalam dana stimulan sekitar Rp400ribu dan paket sembako.

Bantuan yang diberikan berupa dana stimulan sekitar Rp400 ribu dan paket sembako. Pilar menyebut, tahun ini bantuan menjangkau 280 keluarga terdata. Ke depan, jumlah tersebut akan diperluas sehingga semakin banyak keluarga yang mendapat dukungan pemulihan.

“Insya Allah ke depan kita tingkatkan jumlah penerimanya supaya semuanya bisa merasakan manfaatnya,” katanya.

Pilar juga menekankan bahwa penanganan stunting tidak dapat hanya dibebankan pada pemerintah. Menurutnya, peran RT/RW, kader posyandu, puskesmas, hingga tokoh masyarakat sangat menentukan percepatan penurunan stunting.

“Harapannya masyarakat Tangsel sehat, anak-anaknya cerdas, kuat, dan angka stunting bisa terus menurun,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala DP3AP2KB Tangsel, Cahyadi, menjelaskan bahwa penanganan stunting dilakukan berdasarkan data kesehatan yang terukur. Sepanjang 2025, tercatat sekitar 800 anak mengalami stunting, ditambah 67 kasus baru hingga pertengahan tahun.

“Secara keseluruhan belum semua bisa kita intervensi bantuannya. Namun skala prioritas sudah ditentukan bersama Dinas Kesehatan dan DP3AP2KB. Kami harap bantuan dari provinsi maupun Baznas bisa dimanfaatkan dengan sebaik mungkin,” ujarnya.

Cahyadi menjelaskan, penyebab stunting beragam, mulai dari gizi, pola asuh, sanitasi hingga kondisi lingkungan. Karena itu, ia berharap bantuan yang diterima keluarga dapat digunakan untuk memperbaiki pola makan dan pola asuh anak agar proses pemulihan berjalan optimal

Artikel ini telah dibaca 4 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Timbal Mengintai Anak Indonesia, BRIN Catat Angka Mengkhawatirkan

21 Januari 2026 - 14:42 WIB

Insiden Keracunan Jadi Alarm Lemahnya Pengawasan Keamanan Pangan MBG

15 Januari 2026 - 16:16 WIB

Super Flu Membunuh, DPR Peringatkan Negara Jangan Lengah

13 Januari 2026 - 13:45 WIB

Gubernur Banten Andra Soni Serap Masukan Pengelola Rumah Sakit Terkait Program Banten Sehat

12 Januari 2026 - 15:32 WIB

Masuki 2026, Kualitas Layanan RSUD dr. M. Thomsen Nias Kian Meningkat

9 Januari 2026 - 12:59 WIB

ISPA dan Campak Mengintai, Menkes Budi Gunadi Sadikin Imbau Kewaspadaan di Sumatra

8 Januari 2026 - 15:10 WIB

Trending di Kesehatan