Menu

Mode Gelap
Tebar Kepedulian, Kuatkan Kebersamaan. Koran Tangerang Raya dan LAN Kota Tangerang Adakan Santunan Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa Partai Gema Bangsa Deklarasikan Diri Jadi Kekuatan Politik Baru Terungkap, Timnas Indonesia Jadi Alasan Top Skor Vietnam Pensiun Dini Marsha Aruan Jatuh Hati pada Karakter Renata di Serial Baru Menteri PU Klaim Daerah Terisolasi Usai Bencana Sumatera Sudah Teratasi

Daerah · 17 Des 2025 12:34 WIB ·

Pernyataan “Nias Merdeka” Anggota DPRD Sumut Berkat Laoli : Bentuk Tekanan Kepada Pemerintah Pusat


Pernyataan “Nias Merdeka” Anggota DPRD Sumut Berkat Laoli : Bentuk Tekanan Kepada Pemerintah Pusat Perbesar

NIAS | Harian Merdeka

Pernyataan anggota DPRD Sumatera Utara, Berkat Kurniawan Laoli, soal kemungkinan “Nias Merdeka” jika pemerintah pusat tak segera menetapkan bencana alam di kawasan Tapanuli sebagai bencana nasional, memicu perdebatan dikalangan masyarakat. Ucapan itu viral di media sosial dan menuai beragam reaksi, mulai dari dukungan, penolakan, hingga perundungan, khususnya dari warganet di Kepulauan Nias.

Berkat Laoli, politisi Partai NasDem itu, menjelaskan pernyataan tersebut disampaikannya saat menerima aksi massa Aliansi Masyarakat Horas Bangso Batak di Kantor DPRD Sumatera Utara pada 12 Desember 2025. Saat aksi itu, massa menuntut pemerintah pusat segera menetapkan bencana alam yang melanda Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, Sibolga, Tapanuli Selatan, dan wilayah terdampak lain sebagai bencana nasional.

“Pernyataan itu adalah bentuk tekanan politik agar pemerintah pusat tidak menganggap ringan musibah ini,” kata Berkat kepada Harian Merdeka, Senin (15/12/2025).

Menurut Berkat, desakan tersebut didasari kondisi lapangan yang ia saksikan langsung. Ia mengaku telah meninjau lokasi bencana di Sibolga dan Tapanuli Tengah. “Kondisinya sangat parah dan memprihatinkan, sebagaimana juga beredar di media sosial,” ujarnya.

Meski Kepulauan Nias tidak terdampak langsung banjir dan longsor, Berkat menilai dampak sosial dan ekonomi yang dirasakan masyarakat sangat signifikan. Terputusnya akses jalan utama di kawasan Tapanuli menyebabkan distribusi logistik ke Nias terganggu. Akibatnya, harga sembako dan kebutuhan pokok melonjak, sementara harga hasil pertanian masyarakat justru anjlok.

“Kami di Nias kesulitan mendapatkan sembako dan menjual hasil bumi. Ini sudah di luar kendali pemerintah daerah,” kata dia.

Saat ini, distribusi logistik ke Nias harus melalui jalur memutar dari Medan ke Padang, lalu diseberangkan lewat laut. Waktu tempuh yang lebih lama membuat biaya angkut meningkat dan yang menanggung adalah masyarakat kepulauan Nias.

Jika kondisi ini berlarut, Berkat khawatir akan terjadi eksodus warga Nias ke luar daerah, mengingat biaya hidup di daerah 3T ini semakin tinggi.

Berkat menegaskan penetapan bencana nasional menjadi krusial karena kemampuan keuangan daerah sangat terbatas. Ia menyebut estimasi kerugian akibat bencana, termasuk rehabilitasi permukiman warga, mencapai sekitar Rp9 triliun—angka yang hampir setara dengan satu tahun anggaran belanja Pemerintah Provinsi Sumatera Utara.

Ia mencontohkan penanganan tsunami Aceh dan gempa Nias 2005 yang ditetapkan sebagai bencana nasional sehingga penanganannya langsung dikendalikan pemerintah pusat.

“Ini harus disuarakan keras. Kalau disampaikan biasa saja, tidak akan didengar. Dampak bencana di Tapanuli, langsung dirasakan masyarakat Kepulauan Nias,” Pungkasnya.(adi).

Foto : Anggota DPRD Sumut, Berkat Kurniawan Laoli.

Artikel ini telah dibaca 1 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

FPRMI Gelar Open Golf Tournament 2026, Perkuat Sinergi dan Kebersamaan di Momentum HPN

18 April 2026 - 20:39 WIB

Polres Nias Terbitkan SP2HP, Dugaan Pungli di SMKN 1 Idanogawo Mulai Diusut

18 April 2026 - 20:33 WIB

Egi Hendrawan: Sekolah Gratis Andra Soni Investasi Putus Rantai Kemiskinan

18 April 2026 - 20:14 WIB

IKA PMII Pakuan: Penataan Wali Kota Bogor Jangan Cekik Ekonomi Rakyat

17 April 2026 - 12:12 WIB

Denny Charter: Kejaksaan Lebih Mumpuni, Saatnya KPK Dibubarkan

17 April 2026 - 12:10 WIB

Soal Pemberitaan Tempo, Nasdem Jabar Ingat Etika Pers dan Kepatutan Ruang Publik

17 April 2026 - 11:58 WIB

Trending di Politik