Menu

Mode Gelap
Helmy Halim, Balon Walikota Tangerang Asal Demokrat : Masyarakat Harus Dilibatkan Dalam Pembangunan Pengurus HNSI Sumut Dan Jajarannya Audiensi Ke Ditpolairud Poldasu Maesyal Rasyid Hadiri Pengajian Akbar dan Pengukuhan Ranting Desa Muslimat NU Kecamatan Teluknaga DPC HNSI Medan Bersama PT Musim Mas Melakukan Reboisasi Bibir Pantai Wilayah Belawan Polsek Teluknaga Amankan Penjual Obat Tramadol

Daerah · 31 Okt 2023 17:23 WIB ·

Petani Muda Milenial : Tak Perlu Tunggu Hujan, Tanam Padi saat Kemarau


Petani Muda Milenial : Tak Perlu Tunggu Hujan, Tanam Padi saat Kemarau Perbesar

SERANG | Harian Merdeka

Masuk musim kemarau, sebagian besar daerah lahan pertanian di Desa Renged, Kecamatan Binuang, Kabupaten Serang sudah mengering, tidak banyak aktivitas yang dilakukan oleh petani di sana.

Namun, pemandangan berbeda terlihat saat pada aktivitas Petani Muda Milenial. Ternyata, saat ini kemarau bukan lagi hambatan untuk menanam padi.

Koordinator Petani Muda Milenial Safiq menuturkan, para petani dibawah naungan Petani Muda Milenial tampak sibuk mengolah lahan sawah yang kering. Berbekal mesin pompa dan selang, petani menyedot air yang bersumber dari aliran kali Cidurian.

Kata Safiq, petani melakukan penyiraman lahan agar mudah dibajak menggunakan traktor. Setelah melakukan penyiraman, dilakukan penanaman padi varietas hibrida untuk mendongkrak produksi pangan nasional.

Lebih lanjut Safiq memaparkan, biaya musim tanam pada kamarau seperti ini bisa membengkak. Mengingat persawahan di Desa Renged yang mengandalkan mesin pompa air untuk menanam padi.

Apalagi terkadang sumber air di Sungai Cidurian kadang menyusut. Belum lagi tingkat pencemaran dari limbah pabrik yang tergolong parah.

“Biasanya kami kalau musim kering gini nunggu hujan aja. Walaupun air mah ada, cuma kan pompa tidak ada dan tidak biasa juga karena nanemkan biasanya harus macak (becek-red), baru tau kalo nanem padi tidak harus nunggu airnya banyak,” ujar Safiq, Selasa (31/10/2023).

Menurut Safiq, varietas yang digunakan petani masih banyak yang lokal, tidak sebanyak menggunakan varietas hibrida. Petani Muda Milenial terus mendorong musim tanam berikutnya dengan varietas hibrida, karena untuk lahan satu hektar bisa lima sampai tujun ton padi yang dihasilkan saat panen. (den)

Caption:
Para Petani Muda Milenial saat membajak sawah yang mulai mendapatkan aliran air dari pompa air Cidurian, Selasa (31/10/2023).

Artikel ini telah dibaca 1 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Helmy Halim, Balon Walikota Tangerang Asal Demokrat : Masyarakat Harus Dilibatkan Dalam Pembangunan

20 Juli 2024 - 15:07 WIB

Pengurus HNSI Sumut Dan Jajarannya Audiensi Ke Ditpolairud Poldasu

20 Juli 2024 - 11:11 WIB

Plh Sekda Buka Kegiatan Peringatan Harganas ke 31

19 Juli 2024 - 13:03 WIB

Polsek Pasar Kemis Laksanakan Gatur Lalin Sore Hari

19 Juli 2024 - 12:53 WIB

Tutup Festival Al-A’zhom, Pemkot Menyantuni 1446 Anak Yatim

19 Juli 2024 - 11:28 WIB

Ketua RW dan RT Didorong Jadi Garda Terdepan, Penegakan Peraturan di Kota Tangerang

19 Juli 2024 - 11:11 WIB

Trending di Daerah