JAKARTA | Harian Merdeka
Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) resmi membentuk badan otonom baru bernama Panji Bangsa sebagai wadah pencetakan kader militan menjelang Pemilu 2029. Pembentukan organisasi sayap ini ditegaskan dalam pembukaan Musyawarah Nasional Dewan Kepemimpinan Pusat (Munas DKP) Panji Bangsa di Kantor DPP PKB, Jakarta, Kamis (20/11).
Ketua Umum PKB Abdul Muhaimin Iskandar membuka langsung kegiatan tersebut. Dalam arahannya, Gus Muhaimin menekankan pentingnya organisasi sayap dalam memperkuat demokrasi yang berpihak kepada rakyat. Ia meminta Panji Bangsa berorientasi pada perjuangan kerakyatan dan menjaga keberpihakan terhadap kelompok yang paling lemah.
“Organisasi harus menjadi ruang lahirnya kader-kader yang disiplin, militan, dan memiliki komitmen kuat untuk memperjuangkan nilai-nilai kemanusiaan,” ujarnya.
Komandan Nasional DKP Panji Bangsa, Rivqy Abdul Halim, dalam laporannya menegaskan bahwa kedisiplinan dan kesetaraan menjadi fondasi utama kaderisasi di tubuh organisasi. Ia menilai, tantangan politik ke depan membutuhkan struktur kader yang lebih solid, terlatih, dan berdaya saing.
Munas yang diikuti perwakilan dari 33 provinsi itu membahas sejumlah agenda strategis, termasuk penguatan pendidikan kader, peningkatan kapasitas instruktur, serta pembenahan tata kelola organisasi Panji Bangsa.
Pembukaan Munas turut dihadiri jajaran pimpinan DPP PKB dan Panji Bangsa, menandai dimulainya konsolidasi nasional dalam rangka memperkokoh loyalitas dan kesiapan kader menghadapi agenda perjuangan partai ke depan.(hmi)







