JAKARTA | Harian Merdeka
Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menyatakan bahwa dirinya akan memedomani pesan Presiden Prabowo Subianto untuk menjadikan institusi kepolisian benar-benar sebagai “polisi rakyat”. Pernyataan itu dilontarkan Kapolri saat memimpin apel besar dalam rangka peningkatan kinerja layanan publik dan pendekatan kepada masyarakat.
Dalam arahannya, Kapolri menegaskan bahwa tugas pokok kepolisian bukan sekadar penegakan hukum belaka, tetapi juga memberikan rasa aman, nyaman, dan terlindungi kepada seluruh lapisan masyarakat, tanpa terkecuali.
“Saya tegaskan bahwa kita harus memedomani pesan Bapak Presiden (Prabowo). Kepolisian harus menjadi polisi rakyat yang betul-betul hadir di tengah masyarakat, bukan hanya sebagai penegak hukum tetapi juga sebagai pelayan dan pelindung,” ujar Kapolri.
Kapolri menekankan bahwa semangat “polisi rakyat” harus tercermin dalam setiap tindakan anggota Polri di lapangan. Kepolisian diharapkan memiliki empati tinggi, responsif terhadap kebutuhan warga, serta mampu membangun hubungan dekat dan saling percaya dengan masyarakat.
Menurut Kapolri, transformasi pendekatan layanan Polri tidak hanya berhenti pada perubahan paradigma internal, tetapi juga diimplementasikan secara nyata melalui inovasi pelayanan publik dan kehadiran polisi di tengah kehidupan sosial masyarakat.
“Kita harus hadir di tengah masyarakat, mendengar, merasakan, dan memahami kebutuhan mereka. Kalau kita hadir di tengah masyarakat dengan pendekatan yang benar, dengan empati yang tinggi, maka percayalah bahwa Polri diterima sebagai polisi rakyat,” tegasnya.
Kapolri turut mengingatkan seluruh jajaran kepolisian bahwa tantangan tugas di era modern saat ini semakin kompleks, sehingga praktik kepolisian harus selalu mengutamakan nilai humanis, pelayanan prima, dan perlindungan terhadap hak asasi manusia.
“Kepolisian harus menjadi institusi yang dekat dengan masyarakat, bukan menakuti atau jauh dari masyarakat. Kita harus membangun layanan yang cepat, adil, tegas tapi tetap humanis,” imbuhnya.
Dalam kesempatan yang sama, Kapolri juga menyinggung pentingnya kerjasama antara Polri dengan berbagai elemen masyarakat, termasuk tokoh adat, tokoh agama, dan organisasi masyarakat. Kolaborasi antar lembaga ini dinilai penting untuk menciptakan kondisi keamanan yang stabil serta mencerminkan keharmonisan sosial.
Ia mengatakan bahwa Polri akan terus meningkatkan program-program yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat, seperti pendekatan preemtif dan preventif di komunitas, pelatihan keamanan lingkungan, hingga penguatan kegiatan patroli yang menyentuh kebutuhan warga.
“Kita harus menjalin komunikasi yang erat dengan warga. Polisi tidak harus ditakuti, tetapi harus menjadi pihak yang membantu dan melindungi,” ujar Kapolri.
Langkah ini selaras dengan arahan Presiden Prabowo yang ingin agar seluruh komponen negara berpihak pada rakyat dalam memberikan pelayanan publik yang efektif dan berkualitas. Pesan tersebut menjadi landasan penting bagi institusi kepolisian untuk terus melakukan inovasi dalam pendekatan layanan kepada masyarakat.
Dengan pedoman ini, Kapolri berharap institusi Polri dapat meningkatkan citra dan kepercayaan publik, serta menjadi kekuatan yang dapat diandalkan masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban serta memperkuat ketahanan sosial di seluruh wilayah Indonesia.(con)







