Menu

Mode Gelap
Tebar Kepedulian, Kuatkan Kebersamaan. Koran Tangerang Raya dan LAN Kota Tangerang Adakan Santunan Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa Partai Gema Bangsa Deklarasikan Diri Jadi Kekuatan Politik Baru Terungkap, Timnas Indonesia Jadi Alasan Top Skor Vietnam Pensiun Dini Marsha Aruan Jatuh Hati pada Karakter Renata di Serial Baru Menteri PU Klaim Daerah Terisolasi Usai Bencana Sumatera Sudah Teratasi

Kesehatan · 10 Okt 2024 13:24 WIB ·

Prabowo: Tak Usah Ada Lagi FGD


Group of kids friends arm around sitting together Perbesar

Group of kids friends arm around sitting together

JAKARTA | Harian Merdeka

“Saudara-saudara, kita berani hadapi, harus berani. Kita tidak bisa boleh lagi membiarkan anak-anak Indonesia tidak makan pagi,”

Presiden terpilih Prabowo Subianto mengeluhkan seringnya digelar Forum Group Discussion (FGD) pada penanganan stunting. Tak ada lagi FGD, tapi harus mencari solusi lewat kebijakan.

“Kita perbaiki bangsa ini dengan solusi yang kita cari, kebijakan yang kita cari. Ada stunting, ada kelaparan, apa tindakan kita? Tidak usah lagi apa itu, FGD-FGD, apa itu? Focus apa, focus group discussion. It’s too late. We don’t need to discuss. Look for solution, carry out the solution,” ujar Prabowo dalam acara BNI Investor Daily Summit di JCC, Senayan, Jakarta, dikutip inilah, Rabu (9/10).

ia menegaskan, pada pemerintahan mendatang tidak boleh lagi negara melakukan pembiaran terhadap anak-anak Indonesia soal jaminan kebutuhan pangan. “Saudara-saudara, kita berani hadapi, harus berani. Kita tidak bisa boleh lagi membiarkan anak-anak Indonesia tidak makan pagi,” ujar dia.

Prabowo juga mendorong swasembada pangan di RI. Dia menegaskan RI tidak boleh ketergantungan pangan dengan negara lain.

“Pertama adalah swasembada pangan. Suatu bangsa harus bisa produksi dan memberi makan ke rakyatnya. Bangsa mau merdeka tidak boleh tergantung dengan impor pangan. Saya bertekad untuk swasembada pangan. Saya yakin saya benar. Sejarah membuktikan bahwa sikap saya benar,” katanya.

Pada Juli lalu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan akan tetap mengusahakan target penurunan stunting 14 persen pada tahun 2024, meski realisasi penurunan stunting semakin tipis.

Diketahui, angka stunting hanya turun 0,1 persen dari 21,6 persen pada tahun 2022 menjadi 21,5 persen di akhir tahun 2023.

“Ya, ya kita tahu, kita tahu angka penurunannya tahu. Memang sebelumnya agak tebal sekarang mulai tipis. Tapi kita tetap berusaha agar ditekan menuju ke bawah 14 (persen),” kata Jokowi di Posyandu Rajawali 3, Jayapura, Papua, dikutip dari tayangan YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (23/7).

Pemerintah sebelumnya menargetkan angka penurunan stunting pada tahun 2023 mencapai 17 persen, tetapi realisasinya hanya turun menjadi 21,5 persen pada akhir tahun 2023. (jr)

Artikel ini telah dibaca 2 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Kepercayaan Publik Naik Jadi 82,4%, Sahabat Presisi Apresiasi Kinerja Polri

26 Juni 2026 - 15:43 WIB

Survei Litbang Kompas Nyatakan 82,4% Publik Yakin pada Polri, Rano Alfath: Bukti Kerja Nyata

26 Juni 2026 - 15:39 WIB

Sufmi Dasco Umumkan Mensesneg Prasetyo Hadi Jadi Ketua Satgas Mitigasi PHK

26 Juni 2026 - 15:12 WIB

Kadiv Humas Polri: Rekrutmen Disabilitas Adalah Bentuk Nyata Pengabdian yang Berkeadilan

26 Juni 2026 - 12:08 WIB

Mutasi Polri: Kombes Putu Kholis Aryana Ditunjuk Jadi Kapolres Metro Bekasi Kota

26 Juni 2026 - 11:58 WIB

Tolak Premanisme, Warga Desa Jampang Bogor Usir Demo Oknum Mahasiswa

26 Juni 2026 - 11:03 WIB

Trending di Nasional