Menu

Mode Gelap
Tebar Kepedulian, Kuatkan Kebersamaan. Koran Tangerang Raya dan LAN Kota Tangerang Adakan Santunan Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa Partai Gema Bangsa Deklarasikan Diri Jadi Kekuatan Politik Baru Terungkap, Timnas Indonesia Jadi Alasan Top Skor Vietnam Pensiun Dini Marsha Aruan Jatuh Hati pada Karakter Renata di Serial Baru Menteri PU Klaim Daerah Terisolasi Usai Bencana Sumatera Sudah Teratasi

Politik · 6 Jan 2026 13:33 WIB ·

Prabowo Tegaskan Tak Masuk Kabinet Bukan Berarti Oposisi


Prabowo Tegaskan Tak Masuk Kabinet Bukan Berarti Oposisi Perbesar

JAKARTA | Harian Merdeka

Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa persatuan nasional tidak harus diwujudkan dengan bergabung ke dalam pemerintahan. Prabowo menilai kerja sama antarelite tetap dapat terjalin meski berada di luar kabinet, sebagaimana yang saat ini dilakukan PDI Perjuangan (PDIP).

Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo dalam sambutannya pada perayaan Natal Nasional 2025 yang digelar di Tennis Indoor Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, Senin (5/1/2026).

“Negara kita hebat, negara kita kaya, dan negara kita bisa lebih makmur lagi asal pemimpin-pemimpinnya bersatu, kerja sama,” ujar Prabowo di hadapan ribuan peserta acara.

Prabowo kemudian mencontohkan sikap PDIP yang memilih berada di luar pemerintahan, namun tetap membuka ruang kolaborasi demi kepentingan bangsa. Menurutnya, posisi di luar kabinet tidak serta-merta berarti menutup pintu persatuan.

“Bersatu tidak berarti semua harus masuk pemerintah, tidak. PDIP boleh di luar, boleh tapi kerja sama,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Prabowo secara terbuka menyatakan dukungannya kepada Pramono Anung, kader PDIP, yang menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta.

“Saya dukung Pramono jadi Gubernur DKI, betul?” ujar Prabowo yang disambut tepuk tangan hadirin.

Selain menyinggung soal persatuan politik, Prabowo juga menegaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak boleh dipengaruhi oleh dinamika atau hasil politik di suatu daerah. Ia menepis anggapan bahwa daerah yang tidak mendukungnya dalam pemilihan presiden akan diperlakukan berbeda.

“Saudara-saudara, apakah MBG nggak sampai Sumatera Barat karena aku kalah di Sumatera Barat berarti MBG jangan ke Sumatera Barat? Nggak ada itu,” tegas Prabowo.

“Apa saya larang MBG ke Aceh? Aku kalah juga di Aceh. Tidak, karena sekarang saya bukan milik satu partai, saya sekarang milik seluruh bangsa Indonesia,” lanjutnya.

Prabowo menegaskan, sebagai Presiden Republik Indonesia, dirinya berkewajiban melayani seluruh rakyat tanpa membedakan latar belakang politik, pilihan elektoral, maupun afiliasi partai.

Pernyataan tersebut sekaligus menjadi penegasan sikap Prabowo terhadap pentingnya menjaga persatuan nasional dan memastikan seluruh program pemerintah berjalan merata di seluruh wilayah Indonesia. (rhm/con)

Artikel ini telah dibaca 1 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Matahukum Bedah Dua Wajah Nanik Deyang: Menangis tapi Suka Blokir Wartawan

1 Mei 2026 - 20:06 WIB

Menteri Hukum RI Bertemu Firman Jaya Daeli, Bahas Penguatan Negara Hukum Indonesia

28 April 2026 - 16:50 WIB

Honeymoon Selesai, Begini Rapor 1,5 Tahun Prabowo-Gibran Versi Survei IndexPolitica

21 April 2026 - 20:16 WIB

Pesawaran Bersinar di Rakorwil PSI Lampung: Diganjar Hadiah Khusus dari Ketum Kaesang

21 April 2026 - 12:16 WIB

Direktur P3S : Cari Aman dalam TPPU, Ahmad Ali Hijrah ke PSI

21 April 2026 - 12:08 WIB

Godok Revisi UU Advokat, Kongres Advokat Indonesia : Tidak Ada Lagi Wadah Tunggal

21 April 2026 - 11:49 WIB

Trending di Politik