LEBAK | Harian Merdeka
Anggota DPRD Provinsi Banten, Asep Awaludin meminta Pemerintahan Kabupaten Lebak dan Provinsi Banten untuk menindak keberadaan puluhan truck dan tronton pengangkut tanah merah yang terparkir berjejeran di sepanjang ruas jalan Maja-Koleang.
Keberadaan Truck itu dinilai sangat menggangu pengguna jalan, karena hampir memakan setengah badan jalan, sehingga menyebabkan jalan menjadi macet.
Kata Asep, dirinya mendapatkan banyak masukan dan keluhan dari masyarakat terkait keberadaan Truck yang parkir di badan jalan di ruas jalan milik Provinsi Banten tersebut. Sehingga dirinya melakukan pengecekan langsung ke lapangan, benar saja kata Asep, di sepanjang jalan itu terdapat puluhan Truck dan mobil pengangkut dengan skala besar berjejeran di ruas jalan Maja-Koleang.
“Banyak informasi yang masuk kepada saya. Barusan juga saya mendapatkan kiriman video dari masyarakat yang mengeluhkan adanya puluhan truck pengangkut tanah merah yang terparkir di sepanjang ruas jalan Maja-Koleang,” kata Asep Awaludin, yang juga Komisi ll DPRD Banten, Kamis (1/5/25).
Menurut politisi Partai Nasdem tersebut, keberadaan truck truk yang menganggu disinyalir sudah berlangsung lama. Akan tetapi tidak ada tindakan kongkrit dari Pemerintah untuk melakukan penertiban. Padahal kata dia, truk dan tronton itu sangat menggangu kelancaran transportasi masyarakat, terlebih lagi jalan itu tidak terlalu lebar dan sempit.
Dia berharap Pemerintah daerah agar segera melakukan tindakan terhadap keberadaan ratusan truck pengangkut tanah merah.
“Sangat menggangu sekali. Saya berharap Pemerintah segera turun tangan mengatasi truck yang mengular dan terparkir di pinggir jalan,” kata Asep.
Cecep Casmadi, seorang warga Maja membenarkan jika keberadaan truck pengangkut galian tanah merah di ruas jalan Maja-Koleang sangat meresahkan masyarakat. Terkadang menimbulkan kecelakaan akibat sempitnya jalan, belum lagi kata dia, jika turun hujan, jalan menjadi becek.
“Apalagi kalau turun hujan, banyak yang tergelincir, bahkan terkadang menyebabkan kecelakaan,” papar Cecep. (eem/jat/dam)







