WONOSOBO | Harian Merdeka
Angin puting beliung menerjang Dusun Jambon, RW 04, Desa Sojopuro, Kecamatan Mojotengah, Kabupaten Wonosobo, Selasa (23/12/2025) sore. Peristiwa tersebut mengakibatkan 36 rumah warga mengalami kerusakan, dengan total kerugian ditaksir mencapai Rp 100 juta.
Koordinator Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Wonosobo, Sabarno, menjelaskan kejadian berlangsung sekitar pukul 15.00 WIB. Sebelum angin puting beliung muncul, kondisi cuaca di wilayah tersebut terpantau panas dengan awan hitam pekat. Tidak lama berselang, pusaran angin kencang terbentuk dan disertai hujan lebat.
“Angin berputar dengan cepat dan merusak atap serta bagian rumah warga. Warga sempat panik karena kejadian berlangsung singkat, namun dampaknya cukup besar,” ujar Sabarno.
Berdasarkan asesmen sementara BPBD Wonosobo, dari 36 rumah terdampak, lima rumah mengalami rusak berat, 29 rumah rusak sedang, dan dua rumah rusak ringan. Kerusakan didominasi pada bagian atap rumah yang beterbangan akibat terjangan angin kencang.
Sabarno menyebut kebutuhan paling mendesak saat ini adalah material bangunan berupa seng dan paku untuk perbaikan darurat. “Material tersebut diperlukan agar warga bisa melakukan perbaikan sementara dan rumah kembali dapat ditempati,” katanya.
BPBD Kabupaten Wonosobo bersama unsur terkait langsung melakukan penanganan di lokasi, mulai dari koordinasi lintas instansi, pendataan kerusakan, hingga asesmen kebutuhan warga terdampak. Penanganan melibatkan BPBD Wonosobo, Kecamatan Mojotengah, Koramil dan Polsek Mojotengah, Dalmas Polres Wonosobo, PLN, relawan RPB dari berbagai kecamatan, PMI, Baznas, Tagana, Bagana, organisasi relawan, pemerintah desa setempat, serta warga.
Petugas masih melakukan pemantauan di lokasi dan menyiagakan pos jaga untuk mengantisipasi potensi cuaca ekstrem susulan. BPBD Wonosobo mengimbau masyarakat tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi, mengingat kondisi cuaca ekstrem masih berpeluang terjadi di wilayah Wonosobo dan sekitarnya.(Fj)







