GUNUNGSITOLI | Harian Merdeka
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Gunungsitoli menggelar razia insidentil di blok hunian warga binaan, Selasa (27/1/2026). Kegiatan ini dilakukan sebagai langkah deteksi dini untuk mencegah potensi gangguan keamanan dan ketertiban di dalam lapas.
Razia mendadak tersebut menyasar Blok Hunian Towi-Towi, tepatnya kamar 14 dan kamar 15. Penggeledahan berlangsung sejak pukul 09.00 WIB hingga 09.45 WIB dengan pengamanan ketat dari petugas.
Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas (Ka. KPLP) Lapas Kelas IIB Gunungsitoli, Makhriza, SH MSi mengatakan, razia insidentil merupakan bagian dari komitmen pihaknya dalam menjaga stabilitas keamanan di lingkungan pemasyarakatan.
“Razia ini kami lakukan sebagai langkah pencegahan dini untuk memastikan tidak ada barang-barang terlarang yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban,” ujar Kepala KPLP, Selasa pagi.
Pelaksanaan razia dipimpin langsung oleh Kepala KPLP, didampingi Kepala Seksi Administrasi Keamanan dan Ketertiban serta Kepala Subbagian Tata Usaha. Sebanyak sembilan orang petugas diterjunkan dalam kegiatan tersebut.
Untuk memperkuat pengamanan, Lapas Kelas IIB Gunungsitoli juga melibatkan personel Polres Nias. Menurut Kepala KPLP, keterlibatan kepolisian merupakan bentuk sinergi antaraparatur penegak hukum.
“Kami menggandeng Polres Nias agar kegiatan berjalan aman, tertib, dan sesuai dengan prosedur,” katanya.
Dalam proses penggeledahan, setiap kamar hunian dibuka secara bergiliran. Warga binaan diminta keluar satu per satu untuk menjalani pemeriksaan badan. Selanjutnya, petugas menyisir isi kamar dengan pendekatan humanis dan transparan.
“Kami tetap mengedepankan prinsip pemasyarakatan. Penggeledahan dilakukan secara terbuka dan disaksikan oleh perwakilan warga binaan,” tambahnya.
Dari hasil razia tersebut, petugas menemukan dua buah sendok. Tidak ditemukan barang terlarang lain yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban di dalam lapas.
“Secara umum situasi aman dan kondusif. Hasil kegiatan ini akan kami laporkan kepada Kepala Lapas sebagai bahan evaluasi,” jelas Kepala KPLP.
Ia menegaskan, kegiatan serupa akan terus dilakukan secara berkala guna menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang aman, tertib, dan kondusif.(Adi).







