Menu

Mode Gelap
Partai Gema Bangsa Deklarasikan Diri Jadi Kekuatan Politik Baru Terungkap, Timnas Indonesia Jadi Alasan Top Skor Vietnam Pensiun Dini Marsha Aruan Jatuh Hati pada Karakter Renata di Serial Baru Menteri PU Klaim Daerah Terisolasi Usai Bencana Sumatera Sudah Teratasi Isra Miraj Jadi Momentum Pertobatan Ekoteologis, Menag Ajak Umat Berhenti Merusak Alam

Daerah · 3 Nov 2023 08:11 WIB ·

Rebut Kemenangan di Jatim


Rebut Kemenangan di Jatim Perbesar

“Jabatan Khofifah sebagai gubernur Jawa Timur dan ketua umum Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) memberikan dampak signifikan”.

JAKARTA | Harian Merdeka

Pengaruh besar yang dimiliki Khofifah Indar Parawansa di Jawa Timur, diperkirakan akan menjadi rebutan para anggota tim sukses pasangan capres cawapres untuk mendulang suara pemilih di Jawa Timur yang dinilai sejumlah pihak akan menentukan pemenang Pilpres mendatang.

Pengamat politik Universitas Trunojoyo Madura Surokim Abdussalam menilai, jabatan Khofifah sebagai gubernur Jawa Timur dan ketua umum Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) memberikan dampak signifikan untuk kemenangan bakal pasangan calon, khususnya di Jawa Timur.

“Tidak terbantahkan karena beliau kepala daerah, ketua Muslimat, punya relasi kuat,” kata Surokim di Surabaya, Jawa Timur, kemarin.

Dia menambahkan menjelaskan meskipun jabatan gubernur Jawa Timur tak lama lagi selesai, hal itu tak serta merta langsung melunturkan citra Khofifah sebagai kepala daerah di masyarakat.

Selain itu, posisi Khofifah sebagai ketua umum Muslimat NU otomatis memiliki basis massa besar karena menjadi representasi NU.

“Mereka kelihatannya tidak terlihat, tetapi mereka punya kekuatan besar dan signifikan kalau di-remote,” jelas Surokim.

Sebagaimana diketahui, nama Khofifah muncul sebagai rebutan untuk menjadi timses bagi Ganjar Pranowo-Mahfud MD dan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.

Surokim menilai apabila nantinya Khofifah sudah menentukan pilihan, maka itu dapat memberikan keuntungan signifikan pada masuknya suara bagi bakal pasangan calon yang didukung.

“Sisi kapasitas, kemampuan dan pengelaman juga relatif lengkap. Bu Khofifah bisa jadi kekuatan, makanya terus diperebutkan,” ucapnya.

Selain itu, Surokim juga memandang langkah Khofifah bisa mendapatkan keuntungan berupa sokongan kekuatan untuk pencalonan keduanya di Pilkada Jawa Timur Tahun 2024.

“Saya kira, pertimbangan Bu Khofifah ke mana itu berkaitan erat dengan Pilkada Jatim edisi kedua. Jadi, beliau masih harus berpikir lebih cermat untuk itu, tetapi menurut saya beliau lebih besar ke edisi kedua pilkada,” ujarnya.(fik/jr)

Artikel ini telah dibaca 2 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Sinergi IKPP dan Pemkot Tangsel: Tekan Harga Pangan Lewat Penjualan Minyak Goreng Murah

5 Maret 2026 - 15:24 WIB

Ironi Bumi Multatuli: Saat Anak-anak Lebak Kurang Gizi, Anggaran Reses Dewan Malah Meningkat

5 Maret 2026 - 13:14 WIB

Aktivis Serbu Kejagung: Usut Tuntas Mafia Anggaran di Diskominfo Kabupaten Tangerang

5 Maret 2026 - 12:56 WIB

Sinergi Medis: Residen Senior PPDS FK USU Resmi Bertugas di RSUD dr. M. Thomsen Nias

4 Maret 2026 - 14:35 WIB

Kritik Tajam Pasca HUT Kota Tangerang: Pengamat Soroti Lemahnya Pengawasan DPRD Terhadap Eksekutif

4 Maret 2026 - 14:27 WIB

Garda Terdepan Harus Bersih: Seluruh Personel Polres Nias Jalani Tes Urine Tanpa Terkecuali

4 Maret 2026 - 13:26 WIB

Trending di Daerah