Menu

Mode Gelap
Tebar Kepedulian, Kuatkan Kebersamaan. Koran Tangerang Raya dan LAN Kota Tangerang Adakan Santunan Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa Partai Gema Bangsa Deklarasikan Diri Jadi Kekuatan Politik Baru Terungkap, Timnas Indonesia Jadi Alasan Top Skor Vietnam Pensiun Dini Marsha Aruan Jatuh Hati pada Karakter Renata di Serial Baru Menteri PU Klaim Daerah Terisolasi Usai Bencana Sumatera Sudah Teratasi

Bisnis · 11 Jun 2026 12:40 WIB ·

Resmi Naik Per 10 Juni: Harga Pertamax Tembus Rp16.250 per Liter


Resmi Naik Per 10 Juni: Harga Pertamax Tembus Rp16.250 per Liter Perbesar

Jakarta | Harian Merdeka

PT Pertamina Patra Niaga resmi mengumumkan penyesuaian harga komoditas bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi jenis Pertamax dan Pertamax Green 95. Kebijakan kenaikan harga ini mulai berlaku efektif pada Rabu, 10 Juni 2026.

Berdasarkan siaran pers perusahaan yang diterima di Jakarta, harga Pertamax (RON 92) mengalami kenaikan signifikan dari semula Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter. Sementara itu, produk Pertamax Green 95 (RON 95) disesuaikan naik dari Rp12.900 menjadi Rp17.000 per liter.

“Penyesuaian harga Pertamax dan Pertamax Green dilakukan setelah melalui proses evaluasi sesuai formula harga yang ditetapkan pemerintah,” ujar Sekretaris Perusahaan Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, dalam keterangan tertulisnya, Selasa (9/6/2026).

Roberth menjelaskan keputusan merombak harga jual ini telah dikoordinasikan secara matang bersama pemerintah selaku regulator. Langkah evaluasi berkala ini wajib ditempuh dengan mempertimbangkan dinamika fluktuasi harga minyak dunia serta pergerakan harga pasar keekonomian saat ini.

Di tengah lonjakan dua jenis bahan bakar tersebut, Pertamina memastikan harga produk BBM lainnya tidak mengalami perubahan.

Untuk varian non-subsidi lainnya seperti Pertamax Turbo (RON 98) tetap dibanderol Rp20.750 per liter, Dexlite (CN 51) Rp23.000 per liter, dan Pertamina Dex (CN 53) bertengger di angka Rp24.800 per liter.

Kabar baik bagi masyarakat pengguna bahan bakar subsidi, harga BBM jenis Pertalite dipastikan tetap bertahan di angka Rp10.000 per liter dan jenis Biosolar tidak berubah di level Rp6.800 per liter. (Egi)

Artikel ini telah dibaca 2 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Saham PSKT Respons Positif Penunjukan Eka Sastra Sebagai Dirut

19 Juni 2026 - 14:58 WIB

Arif Rahman: Kadin Bukan Sekadar Wadah, Harus Jadi Penggerak Ekonomi

19 Juni 2026 - 14:54 WIB

Kemendag: Penguatan Dolar AS Tekan HPE dan HR Emas Periode I Juni 2026

2 Juni 2026 - 10:06 WIB

CBA Sebut Penghapusan Tantiem BUMN Cuma Omon-Omon: BRI Masih Bagi Ratusan Miliar

28 Mei 2026 - 15:00 WIB

Dampingi Wakil Gubernur Provinsi Hebei China Bertemu Menko Perekonomian RI, Bamsoet Dorong Investor China Bangun Data Center di Indonesia

26 Mei 2026 - 19:28 WIB

Kemendag Kawal Kelancaran Ekspor Makanan Siap Saji untuk Jamaah Haji 1447 H

23 Mei 2026 - 10:53 WIB

Trending di Bisnis