JAKARTA | Harian Merdeka
Warga Pati Jawa Tengah diprediksi mengikuti aksi demonstrasi di Kabupaten Pati, Rabu (13/8). Mereka menuntut Bupati Pati, Sudewo lengser dari jabatan. Sementara Polda Jawa Tengah (Jateng) siap mengamankan aksi demonstrasi dan mengambil tindakan tegas jika unjuk rasa diwarnai tindakan anarkis.
“Dipersilakan kepada masyarakat untuk melaksanakan kegiatan unjuk rasa, untuk menyampaikan aspirasi kepada pemerintah atau bupati. Kita memberikan jaminan keamanan dan menjaga situasi agar tetap kondusif,” ujar Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Artanto, dikutip republika co id , Selasa (12/8).
Pun begitu, ia mengimbau para peserta aksi agar tidak mudah terprovokasi. “Diharapkan pendemo tidak mudah terprovokasi atau melakukan tindakan anarkis ataupun perusakan yang bersifat melanggar hukum,” ujar Artanto.
“Prinsipnya kita akan melakukan tindakan tegas terhadap orang-orang yang melakukan pelanggaran hukum pada kegiatan aksi unjuk rasa besok,” sambungnya.
Lebih lanjut, Artanto menuturkan, dalam pengamanan unjuk rasa di Pati, Polda Jateng bakal mengerahkan seluruh satuan fungsinya, mulai dari reserse, lalu lintas, hingga Brimob. Namun Artanto tak mengungkap berapa jumlah personel yang bakal dikerahkan, termasuk bersama polres jajaran. “Karena ini kan sifatnya dinamis. Pada prinsipnya kita libatkan semua fungsi kepolisian, dari polda maupun polres,” ucapnya.
Menurut Artanto, personel TNI juga akan membantu pengamanan pada aksi unjuk rasa di Pati. “Hanya untuk penebalan saja. Namun fokus pengamanan tetap dari kepolisian,” katanya.
Sebelumnya, Aliansi Masyarakat Pati Bersatu berencana menggelar aksi unjuk rasa di Alun-Alun Pati, Rabu besok. Dalam aksinya, mereka akan menyerukan Bupati Pati Sudewo mundur dari jabatannya.
Aksi demonstrasi yang direncanakan bermula ketika Sudewo memutuskan menaikkan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) tahun 2025 hingga 250 persen. Sudewo mengatakan, langkah itu diambil karena PBB-P2 di Pati tak mengalami kenaikan selama 14 tahun. (jr)







