PANDEGLANG | Harian Merdeka
Ruas jalan nasional Serang–Pandeglang yang selama ini dikeluhkan pengendara karena berlubang dan bergelombang, mulai diperbaiki. Perbaikan dimulai sejak Kamis malam (1/5/2025) dan difokuskan terlebih dahulu di wilayah Serang-Pandeglang, sebelum bergeser ke Lebak.
“Jadi semalam kita sudah melakukan peninjauan dan langsung saya bergerak,” ujar Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 1.3 Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Banten, Bagus Permana, Jumat (2/5/2025).
Menurut Bagus, pihaknya juga akan melakukan perbaikan di wilayah Labuan, Pandeglang. Setelah tahap awal rampung, perbaikan akan dilanjutkan ke wilayah Rangkasbitung, Kabupaten Lebak.
Pantauan di lapangan menunjukkan bahwa kondisi terparah berada di ruas jalan dari traffic light Pal Lima, Kota Serang, hingga ke wilayah Cadasari, Pandeglang. Di sepanjang jalur tersebut, banyak aspal yang berlubang dengan kedalaman bervariasi antara 1 hingga 7 cm. Beberapa titik bahkan bergelombang akibat permukaan aspal yang tidak rata, serta dipenuhi sampah.
Sejumlah warga setempat terlihat berinisiatif menutup lubang menggunakan pasir bekas bangunan, namun solusi sementara ini dinilai tidak cukup aman bagi pengendara.
Keluhan datang dari berbagai pengguna jalan. Ilham, seorang mahasiswa yang setiap hari melintasi ruas tersebut untuk berkuliah di Kota Serang, mengaku waswas. “Rusak banget, banyak lubangnya, ditambah juga kondisinya bergelombang. Pasti khawatir sekali dengan kondisi seperti ini,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Eman, pengendara lain yang mengungkapkan bahwa ruas jalan tersebut sempat diperbaiki menjelang Lebaran, namun kualitas perbaikannya dinilai tidak bertahan lama. “Begitu diperbaiki, aspalnya malah cepat rusak,” keluhnya.
Eman juga menambahkan bahwa tak sedikit pengendara yang mengalami kecelakaan akibat menghindari lubang. “Kalau yang jatuh mah banyak, nggak terhitung. Makanya saya berharap pemerintah serius melakukan penanganan,” ucapnya saat ditemui di Pasar Baros.
Dengan dimulainya perbaikan oleh BPJN Banten, masyarakat berharap kualitas jalan bisa jauh lebih baik dan tidak lagi membahayakan pengguna jalan, terutama pengendara roda dua. (hab)







