Tapanuli Tengah | Harian Merdeka
Operasi pencarian dan penyelamatan (SAR) memasuki hari keempat pasca bencana banjir dan tanah longsor yang melanda Kota Sibolga, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), dan sejumlah titik di Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel). Tim SAR gabungan melaporkan perkembangan terbaru penanganan korban, kondisi wilayah, serta situasi di lapangan yang masih diwarnai berbagai kendala.
Wilayah Terdampak
Di Tapteng, banjir merendam delapan kecamatan: Badiri, Pinangsori, Lumut, Sarudik, Tukka, Pandan, Tapian Nauli, dan Kolang. Longsor juga terjadi di tujuh titik, masing-masing di Badiri (1), Sibabangun (1), Lumut (2), Sarudik (1), dan Tapian Nauli (2).
Di Tapsel, banjir bandang dan longsor dilaporkan menerjang wilayah Aek Ngadol, Hutagodang, Garoga, Batuhoring, Hapesong Baru, dan Batang Toru.
Data Korban
Hingga H.4, korban dari Tapteng–Sibolga yang telah terverifikasi mencapai 2.302 kepala keluarga. Sebanyak 142 orang dilaporkan selamat, 1.023 orang dievakuasi, 65 meninggal dunia, dan 84 lainnya masih dalam pencarian.
Sementara itu di Tapsel, tercatat 23 warga terdampak, dengan tujuh orang meninggal dan 16 orang masih hilang.
Perkembangan Operasi SAR
Tim mobile dari Basarnas, dipimpin Capt dan Bayu, tiba di Posko Terpadu Tapteng dan langsung menggelar rapat koordinasi bersama pemerintah daerah dan unsur BPBD. Pembagian Search and Rescue Unit (SRU) dilakukan sebagai berikut:
Tim 1: Operasi SAR di Hutanabolon, Tapteng
Tim 2: Operasi SAR di Parombunan, Kota Sibolga
Tim 3: Siaga dan koordinasi di Posko SAR Nakula
Tim 4: Siaga di Posko Terpadu Sibolga
Tim 5: Siaga di Posko Terpadu Tapteng
Tim 6: Tim mobile/caraka
Kepala kantor SAR Nias Putu Arga Sudjarwadi SH MH melalui humasnya Asa Waruwu kepada Harian Merdeka (Sabtu, 29/11/2025) menyebutkan, personel kantor SAR Nias yang tiba melalui Pelabuhan ASP Sibolga langsung digeser ke Posko KN SAR Nakula untuk apel dan pembagian tugas lanjutan.
“Tim drone melakukan pemantauan udara di wilayah Tukka dan Hutanabolon, sementara tim posko bergerak ke lokasi kejadian untuk koordinasi lapangan. Operasi pencarian terus berfokus pada sektor yang dilaporkan masih terdapat warga hilang,” ujar Asa Waruwu.
Wilayah Belum Bisa Diakses
Akses ke beberapa lokasi masih terputus, terutama ruas Jalan Lintas Kabupaten di Aek Tolang, Jembatan Pandan–Carita, dan Jembatan Anggoli di jalur nasional. Sejumlah infrastruktur rusak berat, termasuk sekolah di Aek Kolang serta kantor camat dan fasilitas publik lainnya.
Wilayah yang Mulai Surut
Sejumlah area telah dapat dilalui karena banjir mulai surut, antara lain Sibuluan Raya, sebagian Kota Sibolga, Sarudik, Pandan, AMD, dan kawasan Pesantren.
Lokasi Evakuasi
Pengungsian tersebar di GOR Pandan (Tapteng); SMPN 5 Parombunan dan Posko Terpadu Gedung Nasional (Sibolga); serta Bhayangkara dan sejumlah lokasi desa di Tapsel. Warga juga ditampung di tenda darurat, aula Bank Indonesia, Masjid Istiqomah, Aula HKBP Sibolga Hutajulu, Masjid Taqwa Muhammadiyah, serta beberapa titik pemukiman di Sibolga.
Potensi SAR Gabungan
Kekuatan personel terdiri dari Pos SAR Sibolga, ABK KN Nakula, Kansar Nias, Pos SAR Simeulue, BPBD, Polres, Kodim, Polairud, KP Antareja, serta Mabes Airud.
Kendala di Lapangan
Tim masih menghadapi pemadaman listrik, gangguan jaringan komunikasi, wilayah terisolasi, cuaca ekstrem, risiko longsor susulan, jalur darat terputus, serta tumpukan lumpur dan material banjir.
Alut dan Peralatan
Operasi didukung Rescue Car I & II, sekoci KN Nakula, LCR dengan mesin 30 PK, peralatan SAR air, mountaineering, medis, alat komunikasi, drone, APD, serta kantong jenazah.
Foto : Tim Sar Gabungan Terus Berupaya Keras Mengevakuasi Korban dari Lokasi Bencana Banjir dan Longsor.







