Menu

Mode Gelap
Tebar Kepedulian, Kuatkan Kebersamaan. Koran Tangerang Raya dan LAN Kota Tangerang Adakan Santunan Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa Partai Gema Bangsa Deklarasikan Diri Jadi Kekuatan Politik Baru Terungkap, Timnas Indonesia Jadi Alasan Top Skor Vietnam Pensiun Dini Marsha Aruan Jatuh Hati pada Karakter Renata di Serial Baru Menteri PU Klaim Daerah Terisolasi Usai Bencana Sumatera Sudah Teratasi

Daerah · 18 Feb 2026 13:38 WIB ·

Survei Indikator Politik: Kepuasan Publik terhadap Dedi Mulyadi Tembus 95,5 Persen


Survei Indikator Politik: Kepuasan Publik terhadap Dedi Mulyadi Tembus 95,5 Persen Perbesar

BANDUNG | Harian Merdeka

Tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, selama satu tahun masa kepemimpinan mencapai 95,5 persen. Angka tersebut merupakan hasil survei terbaru yang dilakukan Indikator Politik Indonesia pada 30 Januari hingga 8 Februari 2026.

Dari total responden, 35,8 persen menyatakan sangat puas dan 59,7 persen menyatakan cukup puas. Sementara itu, sekitar 4 persen responden menyatakan kurang puas, dan tidak ditemukan responden yang menyatakan tidak puas sama sekali.

Founder dan peneliti utama Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi, mengatakan jika dibandingkan dengan survei Mei 2025, tingkat kepuasan tersebut relatif stabil dengan kecenderungan meningkat tipis dari 94,9 persen menjadi 95,5 persen.

“Start-nya sudah sangat tinggi, sehingga pilihannya antara mempertahankan atau turun. Dibanding temuan Mei tahun lalu, tingkat kepuasan relatif stabil bahkan ada kecenderungan sedikit meningkat,” ujarnya di Bandung, Senin (16/2).

Secara demografis, tingkat kepuasan tertinggi tercatat pada kelompok Generasi Z sebesar 98,1 persen. Berdasarkan tingkat pendidikan, responden lulusan SLTA mencatat kepuasan 98,7 persen. Di hampir seluruh kabupaten/kota di Jawa Barat, tingkat kepuasan berada di atas 90 persen.

Menurut Burhanuddin, angka kepuasan di atas 90 persen tergolong sangat tinggi untuk ukuran kepala daerah. Ia menyebut mempertahankan angka tersebut saja sudah menjadi tantangan tersendiri.

“Di banyak daerah, approval rating kepala daerah sering berada di bawah 50 persen. Ini di atas 95 persen, sangat tinggi. Mempertahankannya saja sudah cukup bagus,” katanya.

Ia menambahkan, tingginya tingkat kepuasan tersebut turut mendorong nama Dedi Mulyadi mulai diperbincangkan dalam sejumlah survei nasional sebagai figur potensial di level kepemimpinan nasional.

“Dalam beberapa survei nasional pada November lalu, nama Dedi Mulyadi sudah muncul sebagai salah satu bakal calon pemimpin nasional. Salah satu faktornya adalah approval rating yang tinggi di daerahnya sendiri,” ujarnya.

Burhanuddin juga menilai evaluasi publik terhadap sejumlah urusan pemerintahan menunjukkan tren positif, terutama dalam pembangunan infrastruktur penghubung, penanganan gizi buruk, serta peningkatan kualitas tenaga kerja, yang masing-masing mengalami kenaikan penilaian positif sekitar 10–11 persen dibanding survei sebelumnya.

Diketahui, survei ini melibatkan 800 responden yang dipilih menggunakan metode multistage random sampling, dengan margin of error ±3,5 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Menanggapi hasil survei tersebut, Dedi Mulyadi menilai tingginya angka kepuasan tersebut merupakan bentuk dukungan masyarakat Jawa Barat. “Saya merasa belum berbuat banyak bagi warga Jabar,” ujar Dedi. “Angka itu mengangkat kecintaan warga Jabar, bukan ukuran keberhasilan. Saya merasa belum berhasil dalam satu tahun ini,” pungkasnya. (Egi)

Artikel ini telah dibaca 3 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Gempa M5,9 Guncang Nias Utara, Warga Gunungsitoli Terbangun, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami

20 April 2026 - 13:10 WIB

Dari Magelang, Ketua DPRD Kota Gunungsitoli Serap Strategi Bangun Daerah

20 April 2026 - 12:53 WIB

FPRMI Gelar Open Golf Tournament 2026, Perkuat Sinergi dan Kebersamaan di Momentum HPN

18 April 2026 - 20:39 WIB

Polres Nias Terbitkan SP2HP, Dugaan Pungli di SMKN 1 Idanogawo Mulai Diusut

18 April 2026 - 20:33 WIB

Egi Hendrawan: Sekolah Gratis Andra Soni Investasi Putus Rantai Kemiskinan

18 April 2026 - 20:14 WIB

IKA PMII Pakuan: Penataan Wali Kota Bogor Jangan Cekik Ekonomi Rakyat

17 April 2026 - 12:12 WIB

Trending di Politik