SURAKARTA | Harian Merdeka
Prosesi Jumenengan Dalem Nata atau upacara kenaikan tahta SISKS Pakubuwono XIV Mangkubumi hingga kini belum juga dilaksanakan. Padahal, putra tertua almarhum SISKS Pakubuwono XIII itu telah dinobatkan oleh Lembaga Dewan Adat (LDA) Keraton Surakarta hampir sebulan lalu, setelah sang raja wafat pada awal November 2025.
Ketua LDA Keraton Surakarta, GKR Koes Murtiyah Wandansari atau Gusti Moeng, menegaskan bahwa Pakubuwono XIV Mangkubumi telah resmi menjadi raja. Hanya saja, penyelenggaraan upacara Jumenengan masih menunggu tanda yang dianggap penting dalam tradisi keraton.
“Untuk tata upacaranya, kami mengikuti tanda alamnya seperti apa,” ujar Gusti Moeng, Rabu (10/12).
Selain itu, LDA juga melakukan koordinasi dengan Pemerintah Republik Indonesia terkait pergantian penguasa Keraton Surakarta. Menurut Gusti Moeng, hal tersebut merupakan bentuk penghormatan terhadap langkah mendiang Pakubuwono XII yang menyatukan diri dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
“Sebetulnya bukan menunggu, tetapi kami menghormati apa yang sudah dilakukan Sinuhun Pakubuwono XII. Pastinya pemerintah memiliki saran dan arahan agar tradisi ini tetap lestari,” ujarnya.
Gusti Moeng menambahkan, dalam prosesi Jumenengan nanti akan ditampilkan tarian sakral Bedhaya Ketawang. Sesuai paugeran atau aturan adat, pementasan tari tersebut merupakan keharusan bagi raja Keraton Surakarta saat Jumenengan maupun peringatan Tingalan Jumenengan.
“Itu adalah salah satu kelengkapan upacara Jumenengan dan menjadi keharusan bagi raja di Keraton Surakarta Hadiningrat,” imbuhnya.
Hingga kini, belum ada kepastian mengenai waktu pelaksanaan upacara tersebut. LDA menyatakan akan mengumumkan jadwal resmi setelah seluruh unsur adat dan pemerintahan selesai dikoordinasikan. (Fj)







