Menu

Mode Gelap
Tebar Kepedulian, Kuatkan Kebersamaan. Koran Tangerang Raya dan LAN Kota Tangerang Adakan Santunan Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa Partai Gema Bangsa Deklarasikan Diri Jadi Kekuatan Politik Baru Terungkap, Timnas Indonesia Jadi Alasan Top Skor Vietnam Pensiun Dini Marsha Aruan Jatuh Hati pada Karakter Renata di Serial Baru Menteri PU Klaim Daerah Terisolasi Usai Bencana Sumatera Sudah Teratasi

Nasional · 11 Des 2025 11:08 WIB ·

Upacara Jumenengan Pakubuwono XIV Belum Digelar, LDA Tunggu “Tanda Alam” dan Koordinasi Pemerintah


Upacara Jumenengan Pakubuwono XIV Belum Digelar, LDA Tunggu “Tanda Alam” dan Koordinasi Pemerintah Perbesar

SURAKARTA | Harian Merdeka

Prosesi Jumenengan Dalem Nata atau upacara kenaikan tahta SISKS Pakubuwono XIV Mangkubumi hingga kini belum juga dilaksanakan. Padahal, putra tertua almarhum SISKS Pakubuwono XIII itu telah dinobatkan oleh Lembaga Dewan Adat (LDA) Keraton Surakarta hampir sebulan lalu, setelah sang raja wafat pada awal November 2025.

Ketua LDA Keraton Surakarta, GKR Koes Murtiyah Wandansari atau Gusti Moeng, menegaskan bahwa Pakubuwono XIV Mangkubumi telah resmi menjadi raja. Hanya saja, penyelenggaraan upacara Jumenengan masih menunggu tanda yang dianggap penting dalam tradisi keraton.

“Untuk tata upacaranya, kami mengikuti tanda alamnya seperti apa,” ujar Gusti Moeng, Rabu (10/12).

Selain itu, LDA juga melakukan koordinasi dengan Pemerintah Republik Indonesia terkait pergantian penguasa Keraton Surakarta. Menurut Gusti Moeng, hal tersebut merupakan bentuk penghormatan terhadap langkah mendiang Pakubuwono XII yang menyatukan diri dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Sebetulnya bukan menunggu, tetapi kami menghormati apa yang sudah dilakukan Sinuhun Pakubuwono XII. Pastinya pemerintah memiliki saran dan arahan agar tradisi ini tetap lestari,” ujarnya.

Gusti Moeng menambahkan, dalam prosesi Jumenengan nanti akan ditampilkan tarian sakral Bedhaya Ketawang. Sesuai paugeran atau aturan adat, pementasan tari tersebut merupakan keharusan bagi raja Keraton Surakarta saat Jumenengan maupun peringatan Tingalan Jumenengan.

“Itu adalah salah satu kelengkapan upacara Jumenengan dan menjadi keharusan bagi raja di Keraton Surakarta Hadiningrat,” imbuhnya.

Hingga kini, belum ada kepastian mengenai waktu pelaksanaan upacara tersebut. LDA menyatakan akan mengumumkan jadwal resmi setelah seluruh unsur adat dan pemerintahan selesai dikoordinasikan. (Fj)

Artikel ini telah dibaca 4 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Arif Rahman Tegaskan Komitmen NasDem Lindungi Hak Masyarakat Adat dalam RUU Kehutanan

21 Juli 2026 - 14:00 WIB

Anggaran Kipas Angin Koperasi Desa Tembus Rp1,8 Triliun, KPK Wanti-Wanti Soal Perencanaan dan HPS

21 Juli 2026 - 10:35 WIB

Pimpinan DPR dan Pemerintah Sepakat Tambah Anggaran Perintis, Sufmi Dasco: Prioritas Utama Masyarakat

21 Juli 2026 - 10:15 WIB

Benyamin Davnie Raih Pemred Award 2026 sebagai Wali Kota Terbaik Bidang Komunikasi Publik

21 Juli 2026 - 10:13 WIB

Ubah Layanan Jadi Kewilayahan, Menteri ATR/BPN: Layani Rakyat dengan Hati

21 Juli 2026 - 10:10 WIB

Kejar Target Bedah Rumah 2026, Seskab Teddy dan Menteri PKP Matangkan Sinergi Program BSPS

21 Juli 2026 - 10:07 WIB

Trending di Nasional