Menu

Mode Gelap
Partai Gema Bangsa Deklarasikan Diri Jadi Kekuatan Politik Baru Terungkap, Timnas Indonesia Jadi Alasan Top Skor Vietnam Pensiun Dini Marsha Aruan Jatuh Hati pada Karakter Renata di Serial Baru Menteri PU Klaim Daerah Terisolasi Usai Bencana Sumatera Sudah Teratasi Isra Miraj Jadi Momentum Pertobatan Ekoteologis, Menag Ajak Umat Berhenti Merusak Alam

Pemerintahan · 1 Sep 2025 12:47 WIB ·

Viral “Berjoget-joget”, 5 ‘Wakil Rakyat’ Dicopot


Viral “Berjoget-joget”, 5 ‘Wakil Rakyat’ Dicopot Perbesar

JAKARTA | Harian Merdeka

Gelombang protes terhadap kinerja DPR RI di sejumlah daerah di Indonesia, memberikan dampak. Masyarakat yang telah menerima sikap sakit hati dari orang-orang yang menyebut dirinya wakil rakyat, mulai dari berjoget saat rapat, memberikan ujaran tak mengenakan, hingga berkomentar insensitif di tengah kesulitan rakyat.

Tak mengherankan, dipicu peristiwa tewasnya pengemudi ojek online yang dilintas kendaraan rantis Brimob, ribuan pengemui ojol dan masyarakat berunjuk rasa. Mereka menggeruduk markas Polda Metro Jaya, untuk menuntut 7 pelaku dalam mobil rantis diadili.

Aksi unjuk rasa yang berlangsung malam hingga dini hari itu pun tak terkendali. Suasana memanas ketika terjadi bentrokan antara massa dan aparat keamanan pada sejumlah titik. Tak hanya di Jakarta, kerusuhan pun terjadi pada sejumlah daerah di Indonesia. 

Selain kerusuhan, massa juga melakukan penjarahan terhadap sejumlah rumah anggota DPR dan Menteri Keuangan Sri Mulyani.

Kini partai politik yang menaungi para politikus itu bergerak. Mereka menonaktifkan anggotanya yang dianggap telah melukai hari rakyat. Entah itu dari partai atau pun anggota dewan.

Partai Nasional Demokrat (NasDem), misalnya, yang pertama kali menghukum Ahmad Sahroni dan Nafa Urbach, Minggu (31/8). Kedua kader Partai NasDem itu dinonaktifkan.

Tak lama kemudian, Partai Amanat Nasional (PAN) turut menonaktifkan Uya Kuya dan Eko Patrio, termasuk Wakil Ketua DPR RI, Adis Kadir dari Fraksi Golkar, juga dinonaktifkan.

Ketua Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI Nazaruddin Dek Gam menyebut, tindakan sejumlah anggota dewan yang berjoget saat masyarakat sedang susah itu melanggar etik.

Ia pun bergeral akan menertibkan para anggota dewan yang berjoget di gedung parlemen, sementara masyarakat sedang mengalami kesulitan ekonomi.  “Joget-joget di DPR itu juga melanggar etik, di saat rakyat lagi susah,” ujar Nazaruddin, dikutip kompas,com, Minggu (31/8).

“Enggak ada di DPR untuk ini (joget), enggak ada itu yang kayak gitu. Akan saya tertibkan semua mereka,” sambungnya.

Ia juga menilai pernyataan anggota DPR RI Fraksi Partai Nasdem Ahmad Sahroni, juga melanggar etik karena menyebut pihak yang mengusulkan DPR RI dibubarkan “tolol”.”Ngomong tolol itu melanggar etik,” tegas dia.

Pihaknya bakal menindak anggota-anggota dewan yang tindakan maupun ucapannya telah menimbulkan gejolak di masyarakat.

Wakil Ketua DPR RI, Adis Kadir dari Fraksi Golkar, misalnya, dinilai perlu dinonaktifkan. Ia sempat menjadi sorotan karena menguraikan kenaikan tunjangan anggota DPR RI dengan keliru.

Ia juga menyebut tunjangan perumahan anggota DPR Rp 50 juta per bulan sebagai hal yang masuk akal. “Uya Kuya, Eko, Sahroni, Nafa Urbach, Adis Kadir. Itu kan? Gini-gini, MKD meminta kepada partai politik tersebut yang anggotanya viral untuk segera menonaktifkan anggota tersebut di DPR,” tambahnya. (jr)

Artikel ini telah dibaca 31 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

PPP Nilai Kader Madura Layak Pimpin DPW PPP Jatim

23 Januari 2026 - 15:30 WIB

Komisi XI DPR Buka Fit and Proper Test Calon Deputi Gubernur BI

23 Januari 2026 - 14:44 WIB

Golkar Angkat Wacana Pilkada DPRD demi Tekan Biaya Politik

23 Januari 2026 - 14:35 WIB

Ultah Megawati Jadi Aksi Sosial Kader PDIP di Seluruh Indonesia

23 Januari 2026 - 14:01 WIB

PKS Gas Ruang Ekspresi Anak Muda Lewat Indonesia Muda Bicara

22 Januari 2026 - 16:53 WIB

Mentri PANRB Pasang Badan untuk Polri di Garda Perlindungan Perempuan dan Anak

22 Januari 2026 - 16:30 WIB

Trending di Politik