Menu

Mode Gelap
Tebar Kepedulian, Kuatkan Kebersamaan. Koran Tangerang Raya dan LAN Kota Tangerang Adakan Santunan Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa Partai Gema Bangsa Deklarasikan Diri Jadi Kekuatan Politik Baru Terungkap, Timnas Indonesia Jadi Alasan Top Skor Vietnam Pensiun Dini Marsha Aruan Jatuh Hati pada Karakter Renata di Serial Baru Menteri PU Klaim Daerah Terisolasi Usai Bencana Sumatera Sudah Teratasi

Kesehatan · 2 Jul 2025 12:10 WIB ·

Waspada Virus Hanta, Kemenkes Catat 8 Kasus HFRS di Indonesia


Waspada Virus Hanta, Kemenkes Catat 8 Kasus HFRS di Indonesia Perbesar

JAKARTA | Harian Merdeka

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI  mencatat adanya temuan 8 kasus virus Hanta tipe Haemorrhagic fever with renal syndrome (HFRS).

Delapan kasus itu ditemukan berdasarkan data surveilans hingga 19 Juni 2025, usai ramai laporan virus Hanta di Kabupaten Bandung Barat pada akhir Mei lalu.

Juru Bicara Kemenkes RI drg Widyawati memastikan, seluruh pasien saat ini sudah sembuh.

“Kondisinya seluruh pasien sudah sembuh dengan tingkat kematian atau case fatality rate (CFR) 0 persen,” ujarnya, mengutip detikHealth.

Delapan kasus yang ditemukan itu terdapat di empat propinsi yakni DI Yogyakarta, Jawa Barat, Nusa Tenggara Timur, dan Sulawesi Utara.

Para pasien mengeluhkan sejumlah gejala seperti demam, sakit kepala, nyeri badan, lemas, dan tubuh yang menguning atau jaundice.

Sementara itu, pakar epidemiologi Dicky Budiman menyebut, jumlah kasus virus Hanta bisa jadi lebih banyak dari yang dilaporkan. Apalagi, gejala infeksi virus Hanta relatif mirip dengan penyakit lain.

“Salah satu masalahnya adalah gejala virus Hanta mirip dengan gejala leptospirosis, demam berdarah, dan sepsis. Ini dapat menjadi penghalang untuk diagnosis dan pengobatan,” ujarnya.

Selain itu, Dicky juga menyoroti kemampuan Indonesia untuk mendeteksi penyakit yang masih terbatas. Literasi masyarakat tentang infeksi virus Hanta pun dinilai masih kurang.

“Penyakit ini endemik di beberapa negara, dan menurun pendapat saya, kemungkinan besar akan endemik di Indonesia,” ujar Dicky.

Masyarakat yang tinggal di kawasan padat penduduk diimbau untuk lebih mewaspadai penularan virus Hanta. Utamanya, kawasan yang berada dekat dengan pasar bersanitasi buruk hingga area pertanian yang tidak dikelola dengan baik.

Selain itu, Indonesia juga kerap menghadapi banjir selama musim hujan. Kondisi ini dapat meningkatkan populasi tikus dan penularan virus Hanta. (jr)

Artikel ini telah dibaca 12 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

PJR Polda Banten Gerak Cepat Evakuasi Balita Kritis ke RS

12 April 2026 - 21:32 WIB

Sinergi Medis: Residen Senior PPDS FK USU Resmi Bertugas di RSUD dr. M. Thomsen Nias

4 Maret 2026 - 14:35 WIB

Kabar Gembira bagi Tenaga Medis: RSUD dr. M. Thomsen Nias Siap Realisasikan Tunjangan Khusus Dokter Spesialis

4 Maret 2026 - 13:05 WIB

Penerus Banten Apresiasi Langkah Pemprov Benahi Layanan RSUD

23 Februari 2026 - 15:25 WIB

Jelang Ramadan, Sekda Cek Infrastruktur dan Layanan RSUD Banten

19 Februari 2026 - 15:15 WIB

Perlindungan Kesehatan 152 Juta Warga Dijamin, Muhaimin Tekankan Validitas Data

18 Februari 2026 - 13:18 WIB

Trending di Kesehatan