Menu

Mode Gelap
Partai Gema Bangsa Deklarasikan Diri Jadi Kekuatan Politik Baru Terungkap, Timnas Indonesia Jadi Alasan Top Skor Vietnam Pensiun Dini Marsha Aruan Jatuh Hati pada Karakter Renata di Serial Baru Menteri PU Klaim Daerah Terisolasi Usai Bencana Sumatera Sudah Teratasi Isra Miraj Jadi Momentum Pertobatan Ekoteologis, Menag Ajak Umat Berhenti Merusak Alam

Nasional · 26 Feb 2026 13:38 WIB ·

Wujudkan Keadilan Pendidikan, LPDP Ajak Keluarga Mampu Berbagi Beban Beasiswa


Wujudkan Keadilan Pendidikan, LPDP Ajak Keluarga Mampu Berbagi Beban Beasiswa Perbesar

JAKARTA | Harian Merdeka

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), Sudarto, mengimbau calon pendaftar dari keluarga mampu untuk mempertimbangkan skema beasiswa parsial. Imbauan tersebut disampaikan dalam konferensi pers di Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Rabu (25/2/2026).

Menurut Sudarto, kebijakan ini bertujuan memperluas akses bagi calon mahasiswa berprestasi dari keluarga prasejahtera dan wilayah afirmasi. Ia menegaskan bahwa seluruh warga negara tetap memiliki hak yang sama untuk mendaftar beasiswa LPDP, tanpa memandang latar belakang ekonomi.

“Kami memberikan kesempatan bagi keluarga mampu untuk mengambil skema parsial. Ini sebagai panggilan moral agar anggaran dapat menjangkau lebih banyak anak Indonesia yang membutuhkan,” ujarnya.

Ia menambahkan, imbauan tersebut belum bersifat wajib. LPDP tetap membuka peluang bagi seluruh pendaftar sesuai ketentuan yang berlaku. Namun demikian, partisipasi sukarela dari keluarga mampu dinilai dapat memperkuat prinsip keadilan sosial dalam distribusi beasiswa.

Berdasarkan data LPDP, dari total 58 ribu penerima beasiswa, sebanyak 5.751 orang berasal dari 127 kabupaten daerah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T). Selain itu, terdapat 7.896 penerima dari keluarga prasejahtera serta 821 putra-putri Papua yang memperoleh beasiswa.

LPDP menargetkan porsi jalur afirmasi mencapai 30 persen. Dalam tiga tahun terakhir, kebijakan internal telah diarahkan untuk meningkatkan proporsi penerima dari kelompok afirmasi guna mendukung prinsip inklusivitas pendidikan.

“Kami ingin memastikan tidak ada anak Indonesia yang tertinggal. Akses pendidikan harus terbuka luas dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat,” kata Sudarto. (Fj)

Artikel ini telah dibaca 3 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Darurat Konten Negatif di Medsos, Komdigi Ingatkan Orang Tua: Dampingi Anak Saat Online!

6 Maret 2026 - 13:58 WIB

Lampu Kuning untuk Meta: Pemerintah Tegaskan Kepatuhan Digital Demi Jaga Stabilitas Nasional

5 Maret 2026 - 15:06 WIB

Polisi Peduli Rakyat: Kapolri Beri Apresiasi Tinggi Program Bedah Rumah di Jawa Barat

5 Maret 2026 - 14:52 WIB

Menu MBG di Siak Dikeluhkan, Bupati Minta Vendor Perbaiki Kualitas atau Putus Kontrak

5 Maret 2026 - 13:28 WIB

Bantah Isu Pembungkaman, Badan Gizi Nasional Ajak Warga Ikut Pantau Menu MBG lewat Medsos

5 Maret 2026 - 13:24 WIB

BGN Buka Suara, Pastikan Program Makan Bergizi Gratis di Bengkulu Aman dan Sesuai Prosedur

5 Maret 2026 - 13:01 WIB

Trending di Nasional