Menu

Mode Gelap
Tebar Kepedulian, Kuatkan Kebersamaan. Koran Tangerang Raya dan LAN Kota Tangerang Adakan Santunan Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa Partai Gema Bangsa Deklarasikan Diri Jadi Kekuatan Politik Baru Terungkap, Timnas Indonesia Jadi Alasan Top Skor Vietnam Pensiun Dini Marsha Aruan Jatuh Hati pada Karakter Renata di Serial Baru Menteri PU Klaim Daerah Terisolasi Usai Bencana Sumatera Sudah Teratasi

Bisnis · 7 Okt 2024 16:27 WIB ·

Kejar Target NZE, Pemerintah Dorong BBN


Kejar Target NZE, Pemerintah Dorong BBN Perbesar

JAKARTA | Harian Merdeka

Pemerintah melalui kebijakan komprehensif dinilai mampu mendorong bioetanol sebagai bahan bakar nabati (BBN) untuk mengejar target net zero emission (NZE) tahun 2060.       

“Saya yakin dengan kebijakan komprehensif dan terobosan baru, pemerintah bisa menuntaskan berbagai hambatan untuk mendorong bioethanol sebagai BBN,” ujar Anggota Dewan Energi Nasional (DEN) 2020-2024 Satya Widya Yudha di Jakarta, Sabtu (5/10).

Menurutnya, hal terpenting yakni mengurai terlebih dahulu hambatan yang ada, sehingga kemudian bioetanol bisa diproduksi massal.

Sejumlah hambatan tersebut, sambung Satya, seperti keterbatasan sumber daya alam dan variasi bahan baku yang mana sebagian besar masih berasal dari tanaman pangan sehingga masih terjadi tarik-menarik antara bioetanol untuk energi atau untuk pangan.

Dia menambahkan tidak adanya mekanisme insentif untuk menutupi perbedaan antara harga bioetanol dan bensin.

Kemudian belum ada kebijakan yang mengintegrasikan sektor hulu hingga hilir, yang menyebabkan bahan baku sulit diperoleh dengan harga wajar sementara luas lahan berkurang dengan tingkat produktivitas yang stagnan.

Dia melanjutkan adanya peraturan lintas kementerian dan lembaga yang mengatur peran dan kewajiban pemangku kepentingan dalam pelaksanaan mandatori bioetanol.

Apalagi, katanya lagi, Rencana Umum Energi Nasional (RUEN) Indonesia memasang target produksi bioetanol sebesar 13,7 juta kiloliter mulai tahun depan, sehingga semua hambatannya harus segera diselesaikan.

“Yang penting harus mengurai hambatan-hambatannya. Tetapi saya yakin, dengan terobosan baru dari pemerintahan baru hambatan itu akan bisa dituntaskan,” ujar Satya.

Menurut dia, setelah mengurai dan menemukan solusi dari hambatan-hambatan tersebut, barulah membahas kemampuan produksi bioetanol.

Saat ini produksi maksimal bioetanol nasional baru sekitar 63.000 kiloliter atau rata-rata produksi bioethanol sekitar 40.000 kiloliter per tahun.

“Keterbatasan produksi memang jadi tantangan saat ini karena masih mengandalkan bahan baku berupa molase. Maka, diversifikasi bahan baku seperti batang kelapa sawit tua, sorgum manis atau mikroalga perlu digalakkan agar tidak kekurangan bahan baku jika bioethanol sudah diproduksi massal,” katanya.

Bahkan, untuk bioetanol dengan bauran 2 persen, menurut dia, tidak akan mampu memenuhi kebutuhan BBM masyarakat, sebab dengan bauran sebesar itu dibutuhkan 750.000 kiloliter bioethanol per tahun untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia.

Artikel ini telah dibaca 9 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Wamensos: Film “Sekolah Rakyat” Jadi Bukti Kehadiran Negara Mengentas Kemiskinan

24 Juni 2026 - 14:11 WIB

Polres Tangerang Selatan Gelar Ziarah dan Tabur Bunga di Makam Personel Polri yang Gugur dalam Tugas

24 Juni 2026 - 10:40 WIB

Rumah Tani: Sukseskan Makan Bergizi Gratis lewat Penyerapan Hasil Panen Desa

24 Juni 2026 - 10:27 WIB

Amanat Kapolri di Rakernas KSPI: Dorong Penyelesaian Kasus Buruh yang Humanis

23 Juni 2026 - 15:47 WIB

Resmikan Jalan Inpres di Sampang, Presiden Prabowo Janji Naikkan Dana Pembangunan Desa

23 Juni 2026 - 15:39 WIB

Kemendag Jembatani Pelaku Usaha Indonesia dengan Buyer dari Lima Negara, Buka Peluang Ekspor ke Pasar Nontradisional

23 Juni 2026 - 13:28 WIB

Trending di Bisnis