Menu

Mode Gelap
Tebar Kepedulian, Kuatkan Kebersamaan. Koran Tangerang Raya dan LAN Kota Tangerang Adakan Santunan Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa Partai Gema Bangsa Deklarasikan Diri Jadi Kekuatan Politik Baru Terungkap, Timnas Indonesia Jadi Alasan Top Skor Vietnam Pensiun Dini Marsha Aruan Jatuh Hati pada Karakter Renata di Serial Baru Menteri PU Klaim Daerah Terisolasi Usai Bencana Sumatera Sudah Teratasi

Bisnis · 25 Okt 2024 11:12 WIB ·

Pemerintah Ubah Subsidi BBM Jadi BLT


Petugas memindahkan petunjuk jalur bbm bersubsidi di salah satu SPBU Pertamina di Jakarta, Senin (29/8/2022). Pemerintah akan memberikan bantuan sebesar Rp24,17 triliun kepada masyarakat sebagai tambahan bantalan sosial atas rencana pengalihan subsidi bahan bakar minyak (BBM). BeritaSatuPhoto/Joanito De Saojoao. Perbesar

Petugas memindahkan petunjuk jalur bbm bersubsidi di salah satu SPBU Pertamina di Jakarta, Senin (29/8/2022). Pemerintah akan memberikan bantuan sebesar Rp24,17 triliun kepada masyarakat sebagai tambahan bantalan sosial atas rencana pengalihan subsidi bahan bakar minyak (BBM). BeritaSatuPhoto/Joanito De Saojoao.

JAKARTA | Harian Merdeka

Pemerintah akan mengubah subsidi BBM menjadi BLT yang diberikan kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

“Kita harus berani meneliti dan kalau perlu kita ubah subsidi itu harus kepada langsung keluarga-keluarga yang membutuhkan. Dengan teknologi digital kita akan mampu sampai subsidi itu sampai ke setiap keluarga yang membutuhkan. Tidak boleh aliran-aliran bantuan itu tidak sampai ke mereka yang butuh itu,” ujar Presiden Prabowo Subianto.

Sebelumnya, Ketua Dewan Pakar TKN Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, Burhanuddin Abdullah, menyatakan bahwa skema subsidi energi akan diubah menjadi bantuan langsung tunai kepada individu, bukan lagi berupa bantuan untuk barang.

Mantan Gubernur Bank Indonesia tersebut berpendapat bahwa skema subsidi yang ada saat ini tidak mengenai sasaran, sehingga banyak masyarakat miskin yang tidak merasakan manfaat dari subsidi listrik dan BBM.

Dengan memindahkan subsidi dari barang ke individu, diharapkan dapat mengurangi besaran subsidi energi dan mengalokasikannya untuk program-program lain yang lebih produktif, terutama dalam mendukung masyarakat miskin.

Di ketahui, pemerintah berencana mengubah skema subsidi BBM menjadi Bantuan Langsung Tunai (BLT).

Ketua Dewan Pakar Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo Gibran Burhanuddin Abdullah menilai negara bisa menghemat anggaran hingga Rp200 triliun apabila skema subsidi diubah.

Awalnya, Burhanudin mengungkapkan bahwa selama ini skema pemberian subsidi energi di Indonesia belum tepat sasaran kepada masyarakat ekonomi ke bawah. Sebab, subsidi yang diberikan hanya menyasar pada komoditas bukan pada target masyarakat

Ia pun bercerita mengenai pengalamannya minggu lalu saat pergi ke Solo dan bertemu dengan pelanggan PLN yang paling bawah, dimana mereka membayar (listrik) bulanan sebesar Rp30 ribu dan hanya memiliki satu lampu saja.

“Orang-orang miskin, mereka tidak dapat keuntungan dari subsidi BBM, mereka tidak punya sepeda motor, mereka beli gas tapi 1 melon ini untuk 2 minggu jadi kecil sekali. Jadi kalau gitu, siapa yang sebetulnya menikmati?.” terang Burhanuddin. (jr)

Artikel ini telah dibaca 18 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Polres Tangerang Selatan Gelar Ziarah dan Tabur Bunga di Makam Personel Polri yang Gugur dalam Tugas

24 Juni 2026 - 10:40 WIB

Rumah Tani: Sukseskan Makan Bergizi Gratis lewat Penyerapan Hasil Panen Desa

24 Juni 2026 - 10:27 WIB

Amanat Kapolri di Rakernas KSPI: Dorong Penyelesaian Kasus Buruh yang Humanis

23 Juni 2026 - 15:47 WIB

Resmikan Jalan Inpres di Sampang, Presiden Prabowo Janji Naikkan Dana Pembangunan Desa

23 Juni 2026 - 15:39 WIB

Kemendag Jembatani Pelaku Usaha Indonesia dengan Buyer dari Lima Negara, Buka Peluang Ekspor ke Pasar Nontradisional

23 Juni 2026 - 13:28 WIB

Cak Imin: Hanya Muhaimin yang Berani Jujur Bilang PBNU Periode Ini Paling Mundur

23 Juni 2026 - 09:53 WIB

Trending di Nasional