Menu

Mode Gelap
Tebar Kepedulian, Kuatkan Kebersamaan. Koran Tangerang Raya dan LAN Kota Tangerang Adakan Santunan Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa Partai Gema Bangsa Deklarasikan Diri Jadi Kekuatan Politik Baru Terungkap, Timnas Indonesia Jadi Alasan Top Skor Vietnam Pensiun Dini Marsha Aruan Jatuh Hati pada Karakter Renata di Serial Baru Menteri PU Klaim Daerah Terisolasi Usai Bencana Sumatera Sudah Teratasi

Bisnis · 13 Des 2024 13:57 WIB ·

Proyek Pengolahan Limbah JSDP Capai 22,78%


Proyek Pengolahan Limbah JSDP Capai 22,78% Perbesar

JAKARTA | Harian Merdeka

PT Wijaya Karya (Persero) Tbk melaporkan progres terkini proyek sistem pengolahan limbah raksasa Jakarta Sewerage Development Project (JSDP). Saat ini, konstruksi Zona 1 Paket 1 yakni kawasan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di Pluit telah mencapai 22,78% per 6 Desember 2

Pekerjaan kawasan IPAL ini dilakukan oleh perusahaan patungan Obayashi-Wijaya Karya-Jaya Konstruksi-JFE Engineering Joint Venture yakni OWJJ Joint Venture (JV). Luas lahan untuk Zona 1 Paket 1 mencapai 3,9 hektare.

Deputi Project Manager OWJJ Agus Basuki mengatakan, WIKA mendapat penugasan untuk turut serta dalam proyek JSDP Zona 1 konstruksi Wastewater Treatment Plant (WWTP) atau IPAL tersebut. Kawasan IPAL sendiri dibangun pada pekerjaan Paket 1 dengan progres 22,78%.

“Paket kami nilainya Rp 3,2 triliun saat ini yang kita peroleh (untuk Zona 1 Paket 1),” kata Agus, dalam paparannya saat Site Visit JSDP Zone 1, Pluit, Jakarta Utara, detikcom, Kamis (12/12).

Agus mengatakan, sistem dibutuhkan untuk mengolah air limbah domestik dari sejumlah kawasan, khususnya jaringan rumah dari Jakarta Utara, Jakarta Barat, dan Jakarta Pusat. Nantinya, hasil pengolahan akan dialirkan ke Waduk Pluit.

“Satu bangunan ini kapasitas melayani serapan rumah cuman 1 juta orang,” ujarnya.

Agus mengatakan, Zona 1 sendiri terdiri atas 6 paket pekerjaan. Paket 1 s.d 4 berada di bawah Kementerian Pekerjaan Umum (PU), didukung oleh pendanaan APBN loan dari Japan Internasional Cooperation Agency(JICA). Sementara paket 4 s.d 6 menjadi lingkup pekerjaan Pemprov DKI Jakarta dengan dana APBD.

Untuk Zona 1 Paket 2 sendiri, saat ini progresnya mencapai 18,26%. Paket ini terdiri atas jaringan perpipaan dengan panjang mencapai 14.320 meter dan dukungan pendanaan sebesar Rp 862,29 miliar. Sedangkan Paket 3, progresnya mencapai 19,67%, dengan panjang perpipaan 24.897 m dan pendanaan Rp 1,8 triliun.

Dalam rencana besarnya, proyek JSDP ini dirancang dengan pembangunan 14 zona yang diharapkan dapat mendukung pengolahan limbah di DKI Jakarta. Agus menjelaskan, pembangunan Zona 0 di kawasan Setiabudi Jakarta Selatan telah selesai. Saat ini pihaknya masih berfokus untuk pembangunam Zona 1 dan dalam persiapan untuk Zona 2 di Muara Angke. (jr)

Artikel ini telah dibaca 12 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Kemendag Jembatani Pelaku Usaha Indonesia dengan Buyer dari Lima Negara, Buka Peluang Ekspor ke Pasar Nontradisional

23 Juni 2026 - 13:28 WIB

Kebijakan SPK TKBM di KSOP Satui Disorot, Pengguna Jasa Nilai Ganggu Kenyamanan Berusaha

22 Juni 2026 - 14:42 WIB

Produk Halal Unggulan Indonesia Unjuk Gigi di Halal Expo Canada 2026

21 Juni 2026 - 21:32 WIB

Pakar Ekonomi : UMKM Harus Siap Bersaing di era Ekonomi Digital Hadapi Persaing Poduk luar

19 Juni 2026 - 16:48 WIB

Saham PSKT Respons Positif Penunjukan Eka Sastra Sebagai Dirut

19 Juni 2026 - 14:58 WIB

Arif Rahman: Kadin Bukan Sekadar Wadah, Harus Jadi Penggerak Ekonomi

19 Juni 2026 - 14:54 WIB

Trending di Bisnis